Ngaji Qomi’ Ath Thughyan: Cabang Iman (59)‎

0
6

59. Ketaatan budak kepada tuannya

Maksudnya yaitu budak yang taat kepada tuannya sesuai dengan kemampuannya, yaitu selain dalam hal maksiat.

Terdapat sebuah hadis:

عن عبد الله بن عمر رضي الله عنهما عن رسول الله صلى الله عليه وسلم  اِنَّ الْعَبْدَ اِذَا نَصَحَ لِسَيِّدِهِ وَاَحْسَنَ عِبَادَةَ رَبِّهِ فَلَهُ اَجْرُهُ مَرَّتَيْنِ

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra dari Rasulullah SAW: Sesungguhnya seorang hamba yang ikhlas terhadap tuannya dan bagus amal ibadahnya kepada Tuhan, maka ia akan mendapatkan pahala dua kali.

Adapun maksud dari kata نصح dalam hadis ini adalah ikhlas dan jujur dalam bekerja.

Makna kata قِنٌّ pada bait ini adalah budak. Kata ini dapat dikombinasikan dengan kata lain yang berjumlah tunggal atau yang lainnya (jamak). Oleh karena itu dapat diucapkan seperti berikut; عبد قنّ atau juga bisa عبيد قنّ.

Huruf nun yang terdapat pada kata عَلِّمَنْ dalam bait ini merupakan nun taukid khafifah.

Kata إِطَاعَةُ السَّادَاتِ pada bait ini termasuk kategori idhfatu al-mashdar li al-maf’ul (penggabungan kata berbentuk mashdar dengan kata yang menjadi objeknya). Kata  السَّادَاتِ ditulis dengan huruf alif jamak (yang menunjukkan arti jamak), yang mana kata ini merupakan bentuk jamak dari kata سيدة yang terdapat huruf ta’ ta’nist-nya (untuk menunjukkan makna perempuan). Hal ini menunjukkan bahwa kata السَّادَاتِ menunjukkan arti tuan, baik perempuan ataupun laki-laki. Sayyid atau tuan adalah pemilik budak. Adapun kata سيد yang berarti tuan laki-laki ketika bentuk jamaknya adalah سادة tanpa menggunakan alif jamak.

Kata عَبْدًا pada bait ini merupakan maf’ul muqaddam (objek yang didahulukan penyebutannya dari pada subjeknya) dari kata تَلْزَمُ. Sedangkan kata تَلْزَمُ itu sendiri menjadi khabar dari kata إِطَاعَةُ.

Diasuh Oleh: KH. Akhmad Rojin, Rois Syuriah MWC NU Patean, Pengasuh Ponpes Assalafiyyah An-Nahdliyah Patean, Kendal

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here