Ngaji Qomi’ Ath Thughyan: Cabang Iman (56-57)

0
11

56. Silaturahmi

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ سَرَّهُ اَنْ يُمَدَّ لَهُ فِى عُمُرِهِ وَيُوْسَعَ لَهُ فِىْ رِزْقِهِ فَلْيَـتَّقِ اللهَ وَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Barang siapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan dilapangkan rizqinya, maka hendaklah ia bertakwa kepada Allah dan senantiasa untuk bersilaturahmi.

صَنَائِعُ الْمَعْرُوْفِ تَقِى مَصَارِعَ السُّوْءِ . وَصَدَقَةُ السِّرِّ تُطْفِئُ غَضَبَ الرَّبِّ جَلَّ وَعَلَى . وَصِلَةُ الرَّحِمِ تَزِيْدُ فِى الْعُمْرِ

Perbuatan-perbuatan baik dapat menghindarkan dari berbagai kejelekan, sedekah yang tidak diperlihat-lihatkan kepada orang lain dapat memadamkan murka Allah Swt, dan silaturahmi dapat menambah umur.

57. Akhlak yang baik

Sebagian ulama mengumpulkan beberapa ciri-ciri akhlak yang baik sebagai berikut:

  • Banyak bersifat malu
  • Minimdalam hal menyakiti orang lain
  • Banyak berbuat baik
  • Jujur tutur katanya
  • Sedikit berbicara (yang tidak bermanfaat)
  • Suka beramal
  • Jarang membuat kesalahan
  • Minim dalam hal curiga atau berprasangka jelek kepada orang lain
  • Suka berderma
  • Suka bersosial
  • Berwibawa
  • Sangat sabar
  • Banyak bersyukur
  • Menerima dan ridlo (atas cobaan dan ujian dari Allah)
  • Toleransi
  • Bersahabat
  • Rendah hati
  • Penuh kasih saying
  • Tidak suka mencaci-maki orang lain
  • Tidak suka menghina orang lain
  • Tidak suka menggosip atau mengumbar rahasia orang lain
  • Tidak suka mengumpat atau memfitnah orang lain
  • Tidak tergesa-gesa dalam melakukan semua hal
  • Tidak suka iri hati
  • Tidak kikir
  • Tidak suka berbuat hasut
  • Manis mukanya (enak dipandang)
  • Lemah lembut sikapnya (tidak kasar)
  • Cinta karena Allah
  • Benci karena Allah
  • Ridho atau ikhlas karena Allah
  • Marah karena Allah

Huruf nun yang ada pada kata أَحْسِنَنْ dalam bait ini merupakan nun taukid khafifah (untuk menunjukkan sedikit penegasan atau penguat makna).

Huruf lam yang ada pada kata لِلْوَالِدِ dalam bait ini merupakan lam lil al-jinsi yang menunjukkan bilangan tunggal atau lebih.

Menurut dialek yang benar, kata رَحِمًا pada bait ini dibaca dengan huruf ha’ yang ber-harakat kasrah dan huruf ra’ yang ber-harakat fathah. Terkadang kata ini dibaca takhfif dengan cara membaca sukun huruf ha’-nya dan fathah huruf ra’-nya, ini adalah dialek yang dimiliki oleh Bani Killab, namun terkadang juga huruf ha’-nya dibaca dengan harakat kasrah dengan alasan mengikuti harakat huruf ra’.

Kata حَسِّنْ pada bait ini dibaca dengan huruf sin yang ber-harakat tasydid.

Kata بِخُلْقِكَ pada bait ini dibaca dengan huruf lam yang ber-harakat sukun sesuai dengan wazani-nya (فُعْلٌ).

Kata تُرْحَمُ pada bait ini berbentuk mabni maf’ul yang mana artinya yaitu, jika kamu memberbaiki akhlakmu, maka Allah akan mengasihimu dan orang-orang juga akan menyayangimu.

Diasuh Oleh: KH. Akhmad Rojin, Rois Syuriah MWC NU Patean, Pengasuh Ponpes Assalafiyyah An-Nahdliyah Patean, Kendal

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here