Ngaji Qomi’ Ath Thughyan: Cabang Iman (55)‎

0
12

55. Berbuat baik kepada kedua orang tua

Allah SWT berfirman:

وَإِنْ خِفْتُمْ شِقَاقَ بَيْنِهِمَا فَابْعَثُوا حَكَمًا مِنْ أَهْلِهِ وَحَكَمًا مِنْ أَهْلِهَا إِنْ يُرِيدَا إِصْلاحًا يُوَفِّقِ اللَّهُ بَيْنَهُمَا إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا خَبِيرًا (٣٥)

Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. Jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-isteri itu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS. An-Nisa’: 35)

Rasulullah SAW bersabda:

بِرُّ الْوَالِدَيْنِ اَفْضَلُ مِنَ الصَّلاَةِ وَالصَّدَقَةِ وَالصَّوْمِ وَالْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ وَالْجِهَادِ فِى سَبِيْلِ اللهِ

Berbuat baik kepada kedua orang tua lebih baik (pahalanya) dari pada (pahala) salat, sedekah, puasa, haji, umrah dan jihad di jalan Allah.

مَا عَلَى اَحَدٍ اِذَا اَرَادَ اَنْ يَتَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ اَنْ يَجْعَلَهَا لِوَالِدَيْهِ اِذَا كَانَ مُسْلِمَيْنِ فَيَكُوْنُ لِوَالِدَيْهِ اَجْرُهَا وَيَكُوْنُ لَهُ مِثْلُ اُجُوْرِهِمَا مِنْ غَيْرِ اَنْ يَنْقُصَ مِنْ اُجُوْرِهِمَا شَيْءٌ

Seyogyanya bagi seseorang ketika ingin bersedekah untuk mempersembahkan (pahala) sedekah tersebut untuk kedua orang tuanya, jika memang mereka seorang muslim. Maka kemudian kedua orang tuanya akan mendapatkan pahala sedekah tersebut. Dan ia akan mendapatkan pahala yang setara dengan pahala kedua orang tuanya tersebut tanpa berkurang sedikitpun.

مَنْ حَجَّ عَنْ وَالِدِهِ بَعْدَ وَفَاتِهِ كَتَبَ اللهُ لِوَالِدِهِ حَجَّةً وَكَتَبَ لَهُ بَرَآءَةً مِنَ النَّارِ

Barang siapa yang meng-haji-kan kedua orang tuanya setelah mereka wafat, maka Allah mencatat kedua orang tuanya sebagai orang yang telah menunaikan haji, sedangkan ia sendiri akan dibebaskan oleh Allah dari neraka.

Ada seorang laki-laki berkata kepada Umar bin Khattab ra: “Saya mempunyai seorang ibu yang sudah tua. Ibu saya tidak dapat bergerak dan berbuat apapun jika saya tidak menggendongnya. Apakah aku harus menunaikan hak beliau?”. Sayyidina Umar menjawab: “Tidak, karena sesungguhnya ibumu membuatmu demikian, sedangkan ibumu mengangan-angankan kelanggengan hidupmu, padahal engkau melakukan demikian dan mengangan-angankan perpisahan dengannya”.

Diasuh Oleh: KH. Akhmad Rojin, Rois Syuriah MWC NU Patean, Pengasuh Ponpes Assalafiyyah An-Nahdliyah Patean, Kendal

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here