Ngaji Qomi’ Ath Thughyan: Cabang Iman (54)‎

0
11

Nadhim berkata dalam nadham-nya:

(وَاسْتَحْيِ رَبَّكَ أَحْسِنَنْ لِلْوَالِدِ           رَحِمًا فَصِلْ حَسِّنْ بِخُلْقِكَ تُرْحَمُ)

Malulah kepada Tuhanmu, erbuat baiklah kepada kedua orang tua, bersilaturahmilah, perbaiklah akhlakmu, niscaya kamu akan disayangi (Allah).

Pada bait ini nadhim memberitahukan empat macam cabang iman yang selanjutnya, yaitu:

54. Malu kepada Allah SWT

Nabi Muhammad SAW bersabda:

اَلْحَيَاءُمِنَ الإِيْمَانِ

Malu adalah salah satu bagian dari Iman.

روي عن عبد الله بن مسعود أن النبي صلى الله عليه وسلم قال اِسْتَحْيُوْا مِنَ اللهِ حَقَّ الْحَيَاءِ . قَالَ: فَقُلْنَا يَانَبِيَّ اللهِ ، اِنَّا نَسْتَحْيِى . قَالَ: لَيْسَ ذَلِكَ ، وَلكِنْ مَنِ اسْتَحْيَى مِنَ اللهِ حَقَّ الْحَيَاءِ فَلْيَحْفَظِ الرَّأْسَ وَمَا حَوَى وَالْبَطْنَ وَمَا وَعَى وَالْفَرْجَ وَالْيَدَيْنِ وَالرِّجْلَيْنِ وَلْيَذْكُرِ الْمَوْتَ وَالْبِلاَ . وَمَنْ اَرَادَ الآخِرَةَ تَرَكَ زِيْنَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَآثَرَ الآخِرَةَ عَلَى الأُوْلَى . فَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَقَدِ اسْتَحْيَى مِنَ اللهِ حَقَّ الْحَيَاءِ

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud, bahwasanya Nabi Muhammad SAW bersabda: ”Malulah kalian kepada Allah”. Seorang sahabat berkata: “Wahai Nabiyallah! Kami utarakan bahwasanya kami malu (kepada Allah)”. Nabi berkata: “Malu kepada Allah bukan seperti itu (ucapan lisan), akan tetapi malu kepada Allah adalah malu yang sesungguhnya. Yaitu dengan cara menjaga kepala dan apa yang ada di dalamnya, perut dan apa yang ada di dalamnya, kemaluan, kedua tangan, kedua kaki, hendaknya untuk mengingat kematian dan kebinasaan. Barang siapa yang menginginkan akhirat, maka tinggalkanlah perhiasan kehidupan duniawi dan utamakanlah perkara ukhrawi. Dan barang siapa yang dapat melaksanakan hal tersebut, maka ia benar-benar telah malu kepada Allah dengan malu yang sebenarnya.”

Kata البلا pada hadis ini dibaca dengan huruf ba’ yang ber-harakat kasrah, yang mempunyai arti الفناء (kebinasaan, kerusakan atau kehancuran).

عن معاذ بن جبل أنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم . يَقُوْلُ اللهُ : يَا ابْنَ آدَمَ اِسْتَحِ مِنِّى عِنْدَ مَعْصِيَتِكَ وَاَنَا اَسْتَحْيِى مِنْكَ يَوْمَ الْعَرْضِ الأَكْبَرِ اَنِّى اُعَذِّبُكَ. يَا ابْنَ آدَمَ تُبْ اِلَيَّ أُكْرِمْكَ كَرَامَةَ الاَنْبِيَاءِ . يَا ابْنَ آدَمَ لاَ تُحَوِّلْ قَلْبَكَ عَنِّى ، فَاِنَّكَ اِنْ حَوَّلْتَ قَلْبَكَ عَنِّى اَخْذُلْكَ فَلاَ اَنْصُرْكَ . يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ لَقِيْتَنِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمَعَكَ حَسَنَاتٌ مِثْلُ اَهْلِ الآَرْضِ لَمْ اَقْبَلْ مِنْكَ حَتَّى تُصَدِّقَ بِوَعْدِى وَوَعِيْدِى . يَا ابْنَ آدَمَ اِنِّى اَنَا الرَّزَّاقُ وَاَنْتَ الْمَرْزُوْقُ وَتَعْلَمُ اَنِّى اُوْفِيْكَ رِزْقَكَ فَلاَ تَتْرُكْ طَاعَتِى بِسَبَبِ الرِّزْقِ فَاِنَّكَ اِنْ تَرَكْتَ طَاعَتِى بِسَبَبِ رِزْقِكَ اَوْجَبْتُ عَلَيْكَ عُقُوْبَتِى

Diriwayatkan dari Mu’adz bin Jabal, bahwasanya ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Allah SWT berfirman :
Wahai keturunan Adam, malulah kepada-Ku ketika kamu berbuat maksia, maka Aku pun akan malu (mempermudah) kepadamu kelak dihari kiamat. Sesungguhnya Aku akan menyegarkanmu (dari panasnya hari kiamat). Wahai keturunan Adam, bertaubatlah kepada-Ku, maka Aku akan memuliakanmu layaknya kemuliaan (yang Aku berikan kepada) para Nabi. Wahai keturunan Adam, jangan palingkan hatimu dari-Ku. Karena jika kamu memalingkan hatimu dari-Ku, maka Aku akan menyiksamu dan kamu tidak akan Aku tolong. Wahai keturunan Adam, jika kamu ingin bertemu dengan-Ku besok di hari kiamat dengan membawa (pahala-pahala amal) kebaikanmu layaknya penghuni bumi, Aku tidak akan menemuimu hingga kamu percaya akan janji dan ancaman-Ku. Wahai keturunan Adam, Aku adalah Dzat Yang Maha Memberi Rizqi, sedangkan kamu adalah penerima rizqi. Sesungguhnya Aku akan mencukupi rezekimu, oleh karena itu jangan berhenti taat kepada-Ku hanya karena masalah rezeki. Jika kamu berhenti taat kepada-Ku hanya karena masalah rezekimu, maka kamu akan mendapatkan siksa-Ku”.

Diasuh Oleh: KH. Akhmad Rojin, Rois Syuriah MWC NU Patean, Pengasuh Ponpes Assalafiyyah An-Nahdliyah Patean, Kendal

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here