Ngaji Qomi’ Ath Thughyan: Cabang Iman (53)‎

0
9

53. Saling tolong-menolong dalam hal kebaikan dan takwa

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تُحِلُّوا شَعَائِرَ اللَّهِ وَلا الشَّهْرَ الْحَرَامَ وَلا الْهَدْيَ وَلا الْقَلائِدَ وَلا آمِّينَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ يَبْتَغُونَ فَضْلا مِنْ رَبِّهِمْ وَرِضْوَانًا وَإِذَا حَلَلْتُمْ فَاصْطَادُوا وَلا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ أَنْ صَدُّوكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَنْ تَعْتَدُوا وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الإثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ (٢)

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi’ar-syi’ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya, dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keridoan dari Tuhannya. Dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian (mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidil haram, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. (QS. Al-Maidah: 2)

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ مَشَى فِىْ عَوْنِ اَخِيْهِ وَمَنْفَعَتِهِ فَلَهُ ثَوَابُ الْمُجَاهِدِيْنَ فِى سَبِيْلِ اللهِ

Barang siapa yang memberikan pertolongan dan manfaat kepada saudaranya, maka ia akan mendapatkan pahala (yang setara dengan pahalanya) orang-orang yang berjihad di jalan Allah.

عن أنس بن مالك قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : مَنْ اَغَاثَ مَلْهُوْفًا كَتَبَ اللهُ لَهُ ثَلاَثًا وَسَبْعِيْنَ حَسَنَةً ، وَاحِدَةٌ مِنْهَا يَصْلُحُ بِهَا آخِرَتُهُ وَدُنْيَاهُ ، وَالْبَاقِى فِى الدَّرَجَاتِ

Diriwayatkan dari Anas bin Malik, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang membebaskan (menolong) kesusahan (orang lain), maka Allah akan menuliskan tujuh puluh tiga kebaikan. Di mana satu darinya akan mempermudah urusan dunia dan akhiratnya, sedangkan sisanya adalah berupa derajat kebaikan”.

مَنْ قَضَى حَاجَةً لاَخِيْهِ فَكَاَنَّمَا خَدَمَ اللهَ عُمْرَهُ

Barang siapa yang memenuhi satu kebutuhan atau hajat saudaranya, maka seakan-akan seumur hidupnya ia telah mengabdi dan melayani Allah.

مَنْ اَقَرَّ عَيْنَ مُؤْمِنٍ اَقَرَّ اللهُ عَيْنَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Barang siapa yang menyenangkan hati orang mukmin, maka Allah akan menyenangkan hatinya kelak di hari kiamat.

مَنْ مَشَى فِىْ حَاجَةِ اَخِيْهِ سَاعَةً مِنْ لَيْلٍ اَوْ نَهَارٍ قَضَاهَا اَوْ لَمْ يَقْضِهَا كَانَ خَيْرًا لَهُ مِنْ اعْتِكَافِ شَهْرَيْنِ

Barang siapa yang memberikan kebutuhan atau hajat saudaranya satu jam di malam hari atau siang hari, baik ia bisa memenuhi kebutuhan tersebut atau tidak, maka hal tersebut lebih baik baginya dari pada melakukan i’tikaf selama dua bulan.

مَنْ فَرَّجَ عَنْ مُؤْمِنٍ مَغْمُوْمٍ اَوْ اَعَانَ مَظْلُوْمًا غَفَرَ اللهُ لَهُ ثَلاَثًا وَسَبْعِيْنَ مَغْفِرَةً

Barang siapa yang dapat menyenangkan orang mukmin yang sedih atau menolongnya dari kejelekan, maka Allah akan mengampuninya sebanyak dua puluh tiga ampunan.

اِنَّ مِنْ اَحَبِّ الاَعْمَالِ اِلَى اللهِ اِدْخَالُ السُّرُوْرِ عَلَى قَلْبِ الْمُؤْمِنِ وَاَنْ يُفَرِّجَ عَنْهُ غَمًّا اَوْ يَقْضِيَ عَنْهُ دَيْنًا اَوْ يُطْعِمُهُ مِنْ جُوْعٍ

Sesungguhnya termasuk ke dalam amal yang paling disukai Allah adalah memberikan kebahagian di hati orang mukmin. Hal itu dapat berupa membahagiakannya disaat ia sedih, membayar hutangnya, atau dengan memberikan makan saat ia lapar.

عن علي بن أبي طالب قال قال النبي صلى الله عليه وسلم اِذَا اَرَادَ اَحَدُكُمُ الْحَاجَةَ فَلْيُبَكِّرْ لَهَا يَوْمَ الْخَمِيْسِ وَلْيَقْرَأْ اِذَا خَرَجَ مِنْ مَنْزِلَةٍ آخِرَ آلِ عِمْرَانَ وَآيَةَ الْكُرْسِيِّ وَاِنَّا اَنْزَلْنَاهُ فِى لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَاُمَّ الْكِتَابِ فَاِنَّ فِيْهَا حَوَائِجَ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ

Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib, ia berkata bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: “Ketika salah satu darimu menginginkan sebuah hajat, maka awalilah hajat tersebut di hari Kamis. Dan ketika ingin keluar dari tempat lain hendaklah membaca surat Ali Imran, Ayat Kursi, Al-Qadr dan Al-Fatihah, karena pada dasarnya di dalam hal tersebut terdapat kebutuhan-kebutuhan dunia dan akhirat”.

Kata حَبِيْبِيْ pada bait ini merupakan munada yang dibuang huruf nida’-nya.

Kata أَعِنْهُمُ pada bait ini dibaca dengan huruf mim yang ber-harakat dhammah beserta isyba’.

Kata تُكْرَمُ pada bait ini berarti bahwa kamu akan dimuliakan di sisi Allah dan manusia.

Diasuh Oleh: KH. Akhmad Rojin, Rois Syuriah MWC NU Patean, Pengasuh Ponpes Assalafiyyah An-Nahdliyah Patean, Kendal

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here