Ngaji Qomi’ Ath Thughyan: Cabang Iman (48)‎

0
31

Nadhim berkata dalam nadham-nya:

(وَائْتِ الضَّحِيَّةَ وَالْعَقِيْقَةَ وَاهْدِيَنْ      وَأُولِي الْأُمُورِ أَطِعْهُمُ لاَ تَجْرِمُ)

Tunaikanlah berkurban (saat hari raya), aqiqah, dan hadiah. Taatlah kepada pemerintah yang telah memberikan perintah. Jika kamu menaatinya, niscaya kamu tidak akan mendapat dosa.

Pada bait ini nadhim memberitahukan dua macam cabang iman yang selanjutnya, yaitu:

48. Menunaikan kurban, aqiqah dan hadiah

a. Kurban

Udkhiyyah atau kurban adalah menyembelih unta, sapi atau kambing untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Waktu untuk menyembelih hewan kurban adalah mulai terbitnya matahari di hari nahr dan sekiranya waktu salat id dan dua khutbah selesai, baik sang imam menunaikan salat id atau tidak. Adapun akhir waktu untuk menyembelih hewan kurban adalah di akhir hari tasyriq, yaitu pada hari ketiganya. Ini adalah pendapat dari As-Syafi’iy. Berbeda dengan Imam Abu Hanifah dan Malik, mereka berdua berpendapat bahwa waktu akhirnya adalah di akhir hari kedua dari hari tasyriq.

Diwajibkan menyedekahkan daging hewan kurban yang telah disembelih secara sukarela kepada orang-orang fakir-miskin, dan disunahkan untuk tidak memakan lebih dari sepertiga daging hewan kurban tersebut (bagi orang yang mengkurbankan hewan tersebut).

Disyaratkan untuk daging hewan kurban hendaknya berupa daging mentah supaya ketika dibagikan orang yang yang mendapatkannya dapat memanfaatkannya sesuai dengan keinginannya seperti dijual atau sebagainya. Oleh karena itu, tidaklah cukup jika daging tersebut dibagikan dalam keadaan matang kemudian mengundang orang-orang fakir-miskin untuk menyantapnya.

Adapun untuk udkhiyyah mandzurah (kurban yang menjadi nadzar), maka sama sekali tidak diperbolehkan untuk memakan daging sembelihannya walaupun sedikit. Akan tetapi seluruh daging sembelihannya sampai kulit dan tanduknya wajib disedekahkan.

b. Aqiqah

Aqiqah adalah menyembelih kambing di hari ke tujuh dari kelahiran seorang anak. Disunahkan untuk menyembelihnya ketika matahari terbit. Untuk anak laki-laki adalah dua kambing, sedangkan untuk anak perempuan adalah satu kambing.

Setelah kambing tersebut disembelih, maka kemudian dagingnya dihadiahkan kepada orang-orang fakir-miskin. Adapun bagian-bagian yang dihadiahkan adalah daging dan kuahnya. Jadi tidak mengundang mereka untuk mengambil sendiri bagian yang dibagikan, melainkan yang memiliki hajatlah yang membagikan kepada mereka. Daging sembelihan tersebut dimasak dengan enak (dengan rasa manis) kecuali bagian kakinya diberikan dalam keadaan mentah untuk dukun bayi atau bidan bayi tersebut.

c. Hadiah

Hadiah adalah hewan sembelihan yang dikirim untuk sedekah ke tanah haram (Makkah), dengan niat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Adapun untuk waktu penyembelihannya adalah di waktu berkurban (hari raya idul adha dan hari tasyriq).

Diasuh Oleh: KH. Akhmad Rojin, Rois Syuriah MWC NU Patean, Pengasuh Ponpes Assalafiyyah An-Nahdliyah Patean, Kendal

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here