Ngaji Qomi’ Ath Thughyan: Cabang Iman (45)‎

0
30

45. Ikhlas dalam beramal karena Allah

Imam Al-Ghozali mengatakan bahwa ikhlas adalah keadaan di mana tujuan (beramal) seseorang murni karena untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sebagai contoh jika seseorang tidur sehingga badannya menjadi terasa bugar dan rileks untuk kemudian ia melakukan ibadah, maka tidurnya tersebut termasuk ibadah dan ia pun termasuk ke dalam golongan orang-orang yang ikhlas. Dan bagi siapa yang tidak mampu mengerjakan hal tersebut, maka pintu ikhlas dalam amal ibadah tertutup baginya, kecuali jika ia mengerjakannya jarang-jarang saja.

Lawan dari ikhlas adalah isyrok (beramal karena selain Allah SWT). Disebutkan dalam sebuah khobar, “Bahwa orang-orang munafik akan dipanggil kelak di hari kiamat dengan empat macam nama panggilan, yaitu:

  1. Ya mura’i (Wahai orang yang berbuat riya’ / pamer)
  2. Ya mukhadi’ (Wahai Penipu)
  3. Ya musyrik (Wahai orang musyrik)
  4. Ya kafir (Wahai orang kafir)

Pengarang kitab syarh al-washiyah wa kamal mengatakan bahwa derajat ikhlas dapat diraih seseorang dengan adanya kesaksian dari seorang hamba bahwa amalnya yang shalih adalah ciptaan Allah SWT berdasar keyakinan yang mantap. Sedangkan dirinya tidaklah memiliki amal tersebut kecuali sekedar hanya menjalankan ibadah saja. Dan barang siapa yang menyaksikan amal baik yang ia kerjakan benar-benar karena Allah SWT atas dasar yakin, maka ia tidak akan meminta imbalan kepadanya dan ia tidak akan menuju pada tiga hal yang dapat merusak (pahala) amal, yaitu pamer, sombong, dan berbangga diri.

Diasuh Oleh: KH. Akhmad Rojin, Rois Syuriah MWC NU Patean, Pengasuh Ponpes Assalafiyyah An-Nahdliyah Patean, Kendal

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here