Ngaji Qomi’ Ath Thughyan: Cabang Iman (44)‎

0
23

44. Tidak mencela orang muslim

Maksudnya adalah tidak mencela orang muslim, baik ketika ia ada (di hadapan) atau tidak.

Rasulullah SAW bersabda:

بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ اَنْ يَحْقِرَ اَخَاهُ الْمُسْلِمَ . كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وُمَالُهُ وَعِرْضُهُ .

Seseorang dianggap berbuat jahat bila ia menghina saudaranya sesama muslim. Setiap muslim terhadap muslim yang lainnya diharamkan darah, harta dan kehormatannya.

Maksudnya adalah menjaga orang lain dari keburukan mencela saudaranya yang muslim sebab kefakirannya atau sebab lain. Namun sebaliknya, yang harus dilakukan adalah memuliakan dan menghormatinya.

Segala sesuatu yang menyakiti orang muslim adalah haram, seperti menumpahkan darahnya (membunuh), mengambil hartanya (dengan cara tidak baik) dan mencelanya baik ketika ia ada di hadapan ataupun tidak. Dalam sebuah hadis dikatakan:

م مَنْ مَاتَ تَآئِبًا مِنَ الْغِيْبَةِ فَهُوَ آخِرُ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ وَمَنْ مَاتَ مُصِرًّا عَلَيْهَا فَهُوَ أَوَّلُ مَنْ يَدْخُلُ النَّارَ وَهُوَ يَبْكِى

Barang siapa yang mati dalam keadaan bertaubat dari umpat (menggosip atau membicarakan orang lain), maka ia adalah orang yang terakhir kali masuk surga. Dan barang siapa yang terus-menerus melakukan umpatan, maka ia adalah orang yang pertama kali masuk neraka dengan menangis.

مَنْ حَمَى عِرْضَ أَخِيْهِ الْمُسْلِمِ فِى الدُّنْيَا بَعَثَ اللهُ تَعَالَى لَهُ مَلَكًا يَحْمِيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنَ النَّارِ

Barang siapa yang menjaga kehormatan saudaranya yang muslim di dunia, maka Allah akan membangkitkannya dengan Malaikat yang akan melindunginya dari neraka besok di hari kiamat.

مَنْ ذُكِرَ عِنْدَهُ اَخُوْهُ الْمُسْلِمُ وَهُوَ يَسْتَطِيْعُ نَصْرَهُ فَلَمْ يَنْصُرْهُ اَدْرَكَهُ اللهُ بِهَافِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَمَنْ ذُكِرَ عِنْدَهُ اَخُوْهُ الْمُسْلِمُ فَنَصَرَهُ نَصَرَهُ اللهُ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ

Barang siapa yang mengatakan ia mempunyai saudara muslim (yang sedang mempunyai masalah) dan ia dalam keadaan mampu untuk menolongnya namun ia tidak menolongnya, maka Allah akan memberikan masalah yang serupa kepadanya di dunia dan di akhirat. Dan barang siapa yang mengatakan ia mempunyai saudara muslim (yang sedang mempunyai masalah) kemudian ia menolongnya, maka Allah akan menolongnya di dunia dan di akhirat.

Kata أَمْسِكْ pada bait ini artinya adalah mencegah atau meninggalkan. Kata ini merupakan bentuk athaf kepada sinonimnya, yaitu kata اُتْرُكْ.

Kataلِعِرْضِ pada bait ini dibaca kasrah huruf ‘ain-nya. Maksud dari kata العرض adalah harga diri atau sesuatu yang tergolong sebagai kemuliaan bagi yang punya.

Kata فَتَسْلَمُ dalam bait ini maksudnya adalah jika kamu menghindari sikap mencela orang-orang muslim, maka kamu akan selamat dari kerusakan atau kejelekan yang sama yang ada pada mereka. Sebagai perumpamaan, barang siapa yang mencari-cari aib dan kelemahan orang lain, maka sebaliknya mereka juga akan mencari-cari kesalahannya.

Diasuh Oleh: KH. Akhmad Rojin, Rois Syuriah MWC NU Patean, Pengasuh Ponpes Assalafiyyah An-Nahdliyah Patean, Kendal

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here