Ngaji Qomi’ Ath Thughyan: Cabang Iman (43)‎

0
23

Nadhim berkata dalam nadham-nya:

(اُتْرُكْ وَأَمْسِكْ كُلَّ غِلٍّ وَالْحَسَدْ        حَرِّمْ لِعِرْضِ الْمُسْلِمِيْنَ فَتَسْلَمُ)

Tinggalkanlah dan jagalah setiap dendam dan hasud, dan jagalah kehormatan orang-orang muslim. Niscaya kamu akan selamat dari kerusakan.

Dalam bait ini nadhim memberitahukan dua macam cabang iman yang selanjutnya, yaitu:

43. Tidak dendam dan hasud (dengki)

Dendam adalah kebencian yang timbul sebagai buah dari kemarahan, sedangkan letak dari kekuatan marah adalah hati. Dendam merupakan keadaan di mana hati seseorang sangatlah marah, artinya pada saat itu temperatur darah yang ada di hati sedang berada pada titik tertinggi untuk melakukan pembalasan dendam. Dalam keadaan dendam, hati akan terasa sangat berat dan ini akan langgeng dan terus berlanjut selama dendam yang diharapkan belum terlampiaskan.

Rasulullah SAW bersabda:

اَلْمُؤْمِنُ لَيْسَ بِحَقُوْدٍ

Tidaklah orang yang beriman merasa dendam.

Ciri-ciri orang yang dengki adalah tidak suka (melihat orang lain) mendapatkan nikmat, namun ia senang jika orang lain dicabut nikmatnya oleh Allah. Dengki adalah buah dari sikap dendam, dendam adalah buah dari marah. Dengki merupakan cabang dari cabang yang lain, sedangkan marah merupakan sumber dari sumber yang lain.

لاَ تَحَاسَدُوْا وَلاَ تَنَاجَشُوْا وَلاَ تَبَاغَضُوْا وَلاَ تَدَابَرُوْا وَلاَ يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ. وَكُوْنُوا عِبَادَ اللهِ اِخْوَانًا . اَلْمُسْلِمُ اَخُوالْمُسْلِمِ

Janganlah kalian saling berbuat dengki, fitnah, marah, bermusuhan dan janganlah kalian membeli barang yang sudah dibeli orang lain. Jadilah hamba-hamba Allah yang saling bersaudara, karena seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain.

Hadits di atas berarti agar kita sekalian:

  1. Janganlah berharap akan hilangnya nikmat yang dimiliki orang lain.
  2. Janganlah menambah harga barang dagangan tidak karena senang atas pembeliannya, melainkan karena untuk menipu/mengecoh orang lain.
  3. Janganlah saling memarahi antara satu sama lain.
  4. Janganlah menununjukkan sikap kebencian antara satu sama lain.
  5. Janganlah saling mengurangi harga barang dagangan bagi seseorang pembeli pada saat khiyar (saat tawar menawar masih berlangsung) dengan mengatakan: Batalkan membeli barang itu dari si A, aku akan menjual kepadamu barang seperti itu dengan harga yang lebih murah, atau dengan harga seperti itu dengan barang yang lebih bagus.
  6. Menyibukkan diri untuk melaksanakan ajaran agama Islam seolah-olah kita sekalian adalah anak-anak dari satu orang laki-laki, sebagaimana kalian adalah hamba-hamba Tuhan Yang Maha Esa. Bahwasanya seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain dalam hal agama.

عن الحسن بن علي عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: اَلْغِلُّ وَالْحَسَدُ يَأْكُلاَنِ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ

Diriwayatkan dari Al-Hasan bin Ali dari Rasulullah SAW, beliau bersabda: Dendam dan hasud akan memakan (pahala amal-amal) baik seperti api yang melalap kayu.

Diceritakan bahwasanya Iblis datang di depan pintu kerajaan Fir’aun, lalu ia mengetuknya. Fir’aun pun berkata: “Siapa itu?” Iblis menjawab: “Jika memang kamu adalah tuhan, mengapa kamu tidak mengetahui siapa aku”. Ketika Iblis itu masuk kedalam istana, ia berkata kepada Fir’aun: “Apakah kamu tahu di dalam bumi terdapat orang yang lebih buruk dari kamu?”. Fir’aun menjawab: “Siapa dia?” Iblis menjawab: “Orang yang dengki. Karena dengki itulah ia merasakan kesengsaraan ini”.

Diasuh Oleh: KH. Akhmad Rojin, Rois Syuriah MWC NU Patean, Pengasuh Ponpes Assalafiyyah An-Nahdliyah Patean, Kendal

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here