Ngaji Qomi’ Ath Thughyan: Cabang Iman (41-42)

0
18

41. Berhati-hati dari permainan yang dilarang oleh Allah

Maksudnya adalah menjaga dan menghindari segala macam permainan yang dilarang oleh Allah SWT seperti:

  1. Qimar (perjudian), yaitu pertaruhan dengan mempergunakan uang (harta) dalam bentuk permainan apapun.
  2. Zammarah (seruling), yaitu menyanyi dengan mempergunakan batang bambu.
  3. Saffarah (peluit), yaitu menyanyi dengan mempergunakan lembaran dedaunan pohon.
  4. Awtar (gitar), yaitu sejumlah senar yang dipasang pada sebilah kayu.

Kata الزِّيَّ pada bait ini dibaca dengan huruf zai yang ber-harakat kasrah dan di-tasydid huruf ya’-nya. Kata ini berkedudukan sebagai ma’thuf (yang di-athaf-kan) dari kata طَعامًا yang terdapat pada bait sebelumnya. Adapun maksud dari kata ini adalah al-libas (memakai atau mengenakan).

Kata لَهْوًا pada bait ini dibaca manshub (ber-i’rab nashab) dengan kedudukan sebagai ma’thuf dari kata طَعامًا seperti pada lafadh الزِّيَّ.

42. Bersikap sedang-sedang saja (sederhana) saat membelanjakan harta

Maksudnya ketika seseorang ingin membelanjakan hartanya hendaklah untuk bersikap sedang-sedang saja, yaitu tidak terlalu boros atau berlebihan dan juga tidak kikir. Allah SWT berfirman:

وَلاَ تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُوْلَةً إِلَى عُنُقِكَ وَلاَ تَبْسُطْهَا كُلَّ الْبَسْطِ فَتَقْعُدَ مَلُوْمًا مَحْسُوْرًا (٢٩)

Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal. (QS. Al-Isra’: 29)

Maksud ayat ini yaitu: Janganlah terlalu menggenggam tanganmu dari membelanjakan harta dan juga janganlah terlalu mengulurkan tanganmu dalam berbelanja sehingga menjadikan dirimu tercela dari mahluk dan Allah. Sesungguhnya terlalu menggenggam tangan dapat menimbulkan penyesalan, dan terlalu menjulurkan tangan dapat mengakibatkan dirimu melarat sehingga kamu tidak mempunyai apa-apa. Kejahatan pemboros disamakan dengan kejahatan setan, sebagaimana disebut dalam surat al-Isra ayat 26 dan 27:

Allah SWT berfirman:

وَآتِ ذَا الْقُرْبَى حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا (٢٦)  إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا (٢7)

Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya para pemboros adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya. (QS. Al-Isra’: 26-27)

Maksudnya yaitu janganlah menghambur-hamburkan harta dengan cara berbelanja secara boros dalam hal maksiat karena hal itu menyerupai syaitan dalam hal berbuat kejelekan.

Rasulullah SAW bersabda:

مَا خَابَ مَنِ اسْتَخَارَ وَلاَ نَدِمَ مَنِ اسْتَشَارَ وَلاَ افْتَقَرَ مَنِ اقْتَصَدَ

Tidak akan menjadi miskin orang yang diam, tidak akan menyesal orang yang mengenakan pakaian dan tidak akan miskin orang yang berhemat.

Maksudnya adalah bersikap biasa-biasa saja dalam hal membelanjakan harta.

Diasuh Oleh: KH. Akhmad Rojin, Rois Syuriah MWC NU Patean, Pengasuh Ponpes Assalafiyyah An-Nahdliyah Patean, Kendal.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here