Ngaji Qomi’ Ath Thughyan: Cabang Iman (38)‎

0
35

38. Berhati-hati dalam hal makan dan minum

Maksudnya adalah cermat dalam hal makan dan minum, yaitu menjauhi makanan dan minuman yang haram. Sebagaimana yang dijelaskan dalam hadis berikut:

عن أبي بكر الصديق رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ جَسَدٌ غُذِيَ بِحَرَامٍ . (رواه أبو يعلى وغيره)

Diriwayatkan dari Abu Bakar r.a. ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Tidak akan masuk surga jasad orang yang memakan makanan yang haram”. (HR. Abu Yu’la dan lainnya)

Peringatan dari wasiat Syeikh al-Kamil Ibrahim al-Matbuliy:

1. Ketika seorang hamba sedang makan di rumah salah seorang temannya, kemudian setelah ia selesai makan, hendaklah ia membaca doa yang sering diamalkan oleh Syekh Afdlaluddin Al-Azhariy, yaitu:

اَللّهُمَّ اِنْ كَانَ هذَا الطَّعَامُ حَلاَلاً فَوَسِّعْ عَلَى صَاحِبِهِ وَاجْزِهِ خَيْرًا ، وَاِنْ كَانَ حَرَامًا اَوْ شُبْهَةً فَاغْفِرْ لِى وَلَهُ وَأَرْضِ عَنِّى أَصْحَابَ التِّبْعَاتِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِرَحْمَتِكَ يَآ اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Ya Allah jika makanan ini halal, maka lapangkanlah pemiliknya dan balaslah ia dengan sebuah kebaikan. Namun jika makanan ini haram atau syubhat, maka ampunilah aku dan dia dan jauhkan dariku orang-orang yang menerima akibat (dari kejelekannya sendiri) di hari kiamat karena rahmat-Mu wahai Dzat Yang Paling Pengasih dan Penyayang.

2. Ketika ia diajak makan makanan yang diragukan keadaannya (halal-haramnya), hendaknya ia membaca doa yang sering dipakai oleh Syekh As-Sya’raniy, yaitu:

اَللّهُمَّ احْمِنِى مِنَ اْلاَكْلِ مِنْ هذَا الطَّعَامِ الَّذِى دُعِيْتُ اِلَيْهِ، فَاِنْ لَمْ تَحْمِنِى مِنْهُ فَلاَ تَدَعْهُ يُقِيْمُ فِى بَطْنِى وَاِنْ جَعَلْتَهُ يُقِيْمُ فِى بَطْنِى فَاحْمِنِى مِنَ الْوُقُوْعِ فِى الْمَعَاصِى الَّتِى تَنْشَأُ مِنْهُ عَادَةً، فَاِنْ لَمْ تَحْمِنِى مِنَ الْوُقُوْعِ فِى الْمَعَاصِى فَاقْبَلْ اسْتِغْفَارِى وَأَرْضِ عَنِّى أَصْحَابَ التِّبْعَاتِ ، فَاِنْ لَمْ تَقْبَلِ اسْتِغْفَارِى وَلَمْ تُرْضِهِمْ عَنِّى فَصَبِّرْنِى عَلَى الْعَذَابِ يَآ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Ya Allah jaga diriku dari memakan makanan ini, yang mana aku diajak untuk memakannya. Jika Engkau tidak dapat menjagaku darinya, maka jangan biarkan makanan tersebut berada di dalam perutku. Jika Engkau menjadikan makan tersebut ada di dalam perutku, maka jagalah diriku terjerumus kedalam kemaksiatan yang biasanya ditimbulkan akibat makanan tersebut. Jika Engkau tidak dapat menjaga diriku dari terjerumus ke dalam kemaksiatan, maka terimalah istighfar (permohonan ampun)-ku dan jauhkan orang-orang yang menerima akibat (dari kejelekannya sendiri). Jika Engkau tidak dapat menerima permohonan maafku dan menjauhkan mereka (orang-orang yang menerima akibat dari kejelekannya sendiri) dariku, maka jadikanlah diriku sabar atas adzab (yang Engkau berikan) wahai Dzat Yang Maha Pengasih dan Penyayang.

Demikianlah yang dijelaskan di dalam buku syarh washiyatu as-syaikh al-kamil Ibrahim Al-Matbuliy.

Diasuh Oleh: KH. Akhmad Rojin, Rois Syuriah MWC NU Patean, Pengasuh Ponpes Assalafiyyah An-Nahdliyah Patean, Kendal

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here