Ngaji Qomi’ Ath Thughyan: Cabang Iman (28-29)‎

0
33

28. Berteguh memerangi musuh tanpa melarikan diri

Allah SWT berfirmanۢ dalam surat Al-Anfal ayat 46:

يَآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اِذَا لَقِيْتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُوْا وَاذْكُرُوْا اللهَ كَثِيْرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ (٤٥)

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. (QS. Al-Anfal: 45)

Maksudnya adalah ketika memerangi orang kafir hendaklah untuk berteguh hati dalam memeranginya, jangan sampai terperdaya/mundur dan kalah. Ingatlah Allah dan agungkan Dia saat perang agar kamu mendapat keuntungan dengan tercapai maksudmu dalam memperoleh pertolongan dan pahala dari Allah.

29. Menyerahkan seperlima harta rampasan perang kepada pimpinan atau penggantinya

Artinya ketika usai peperangan dan mendapatkan harta rampasan perang hendaklah untuk memberikan seperlimanya kepada sang pimpinan untuk kemudian bisa dibagi-bagikan. Diawali dengan pemberian barang rampasan perang (berupa perabotan perang) kepada pasukan muslim, kemudian harta rampasan yang didapat dibagi menjadi lima seperlima. Dari pembagian tersebut, empat bagian diberikan kepada orang yang hadir dalam peperangan dengan niat berperang walaupun tidak terlibat langsung dalam peperangan dan para tentara walaupun tidak melihat secara langsung peperangan yang terjadi.

Adapun pembagiannya adalah sebagai berikut:

  • Satu bagian untuk yang berjalan kaki
  • Tiga bagian untuk yang menunggang kuda, yaitu satu bagian untuk penunggangnya dan dua bagian untuk kudanya.

Adapun untuk satu bagian (dari pembagian harta rampasan menjadi lima seperlima) dibagi lagi menjadi seperlima. Pembagiannya adalah sebagai berikut:

  • Satu bagian diberikan untuk kemaslahatan umat Islam seperti tembok pelabuhan (yang biasanya berfungsi untuk memecah ataupun menghalangi daerah daratan dari ombak), benteng pertahanan, pesangon untuk para hakim, ulama, imam, muadzin (orang yang bertugas untuk mengumandangkan adzan salat).
  • Satu bagian lagi diberikan kepada kerabat Nabi SAW, mereka adalah keturunan Bani Hasyim dan Bani Mutholib. Diutamakan untuk laki-laki, yang mana mereka diberikan layaknya dua bagian untuk perempuan.
  • Satu bagian lagi diberikan kepada anak-anak yatim.
  • Satu bagian lagi diberikan kepada orang-orang fakir.
  • Satu bagian lagi diberikan kepada orang-orang yang ada (berjuang, berdakwah dan kemaslahatan lainnya) di jalan Allah.

Diasuh Oleh: KH. Akhmad Rojin, Rois Syuriah MWC NU Patean, Pengasuh Ponpes Assalafiyyah An-Nahdliyah Patean, Kendal

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here