Ngaji Qomi’ Ath Thughyan: Cabang Iman (25-27)‎

0
38

25.  Beribadah haji

Yaitu menuju masjid (baitul haram) untuk menunaikan ibadah haji atau umrah jika mampu, baik mampu dalam perbekalan maupun kendaraan atau transportasi.

Perbuatan yang wajib dilakukan ketika berhaji adalah:

  • Wukuf di Arafah pada tanggal 9 Dzul Hijjah atau malam tanggal 10 Dzul Hijjah.
  • Thawaf bagi orang yang suci, yaitu mengelilingi Ka’bah tujuh kali putaran dalam keadaan yakin telah masuk waktunya. Waktu tawaf ditentukan, yaitu diawali setelah tengah malam hari nahr (tanggal 10 Dzul Hijjah) dan tidak ada batas akhir waktu thawaf.
  • Sa’i (lari-lari kecil) antara bukit Shofa dan Marwah.

26.  Jihad

Yaitu melakukan jihad melawan orang-orang kafir dengan tujuan untuk menyelamatkan agama. Pada awal-awal Islam jihad merupakan amal yang terbaik. Rasulullah SAW bersabda:

رَأْسُ الاَمْرِ اَلإِسْلاَمُ وَعَمُوْدُهُ اَلصَّلاَةُ وَذَرْوَةُ سَنَامِهِ اَلْجِهَادُ

Pokok perkara yang nomor satu adalah Islam, adapun tiangnya adalah salat, sedangkan ujung punuknya (puncak ketinggiannya) adalah jihad.

Maksud dari hadis ini adalah sebagaimana yang dikatakan oleh Syekh As-Sahimiy bahwa sumber awal dari urusan agama adalah mengucapkan dua kalimat syahadah dengan menghayati makna dan mengamalkan maksudnya. Oleh karena itu tidaklah sah suatu perkara kecuali dengan Islam. Sesuatu yang dapat meninggikan agama adalah mengerjakan salat wajib lima waktu. Sedangkan hal yang paling mulia / paling tinggi nilainya di dalam agama adalah jihad memerangi orang-orang kafir dengan tujuan untuk menyelamatkan / menegakkan agama Islam.

Makna asal dari kata السنام adalah sesuatu yang tinggi di atas punggung unta dekat bagian lehernya.

Arti kata jihad di dalam hadis ini bisa diartikan sebagai berperang melawan diri sendiri, yaitu dengan menahan diri dari hawa nafsu dan mencegahnya meluas dalam kesenangan duniawi, mendorong diri sendiri untuk melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Inilah jihad yang terbesar dan lebih utama dari pada jihad memerangi orang-orang kafir.

Nadhim berkata dalam nadham-nya:

رَابِطْ تَثَبَّتْ أَدِّ خُمْسَ مَغانِمٍ      #  حتّى يُفَرِّقَهُ الإِمامُ الْحاكِمُ

Jagalah perbatasan, berteguh (memerangi musuh) dan berikanlah seperlima harta rampasan perang (yang didapat) agar kemudian sang pimpinan (yang) bijaksana yang akan membagi-bagikannya!

Di dalam bait ini nadhim meberitahukan tiga macam cabang iman yang selanjutnya, yaitu:

27.  Murobathoh / Menjaga perbatasan wilayah

Arti murabathah adalah mempertahankan garis demarkasi. Maksudnya adalah menetapi daerah yang ada di antara wilayah milik orang muslim dan kafir untuk menjaga umat Islam (dari serangan musuh), walaupun harus menjadikannya sebagai tempat tinggal. Rasulullah SAW bersabda:

رِبَاطُ يَوْمٍ فِى سَبِيْلِ اللهِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا

Menjaga suatu hari di jalan Allah lebih mulia dari pada dunia dan seisinya.

مَنْ مَاتَ مُرَابِطًا فِى سَبِيْلِ اللهِ اَمِنَ مِنَ الْفَزَعِ الاَكْبَرِ

Barang siapa yang mati karena menjaga (perbatasan) di jalan Allah, maka ia akan selamat dari ketakutan yang sangat besar.

Ketakutan yang sangat besar tersebut adalah seseuatu yang dapat mengakibatkan orang tersebut ke neraka.

Diasuh Oleh: KH. Akhmad Rojin, Rois Syuriah MWC NU Patean, Pengasuh Ponpes Assalafiyyah An-Nahdliyah Patean, Kendal

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here