Ngaji Qomi’ Ath Thughyan: Cabang Iman (20)‎

0
25

20. Bersuci

Allah Swt berfirman dalam Alquran surat Al-Maidah ayat 6:

ييَآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلاَةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُؤُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْا وَاِنْ كُنْتُمْ مَرْضَى اَوْ عَلَى سَفَرٍ اَوْ جَاءَ اَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ اَوْ لاَمَسْتُمُ النِّسَآءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَآءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِنْهُ مَا يُرِيْدُ اللّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلكِنْ يُرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ (٦)

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan salat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (bersih), sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu supaya kamu bersyukur. (QS. Al-Maidah: 6)

Nabi Muhammad Saw bersabda:

اَلطُّهُوْرُشَطْرُالإِيْمَانِ

Kesucian adalah sebagian dari (pahala) iman

Syeikh As-Sahimiy membaca kata الطهور dengan huruf tha’ yang ber-harakat dhammah yang mempunyai arti wudlu secara dhahir dan batin mempunyai setengah pahalanya iman.

Syeikh Al-Hatim berkata kepada Ashim bin Yusuf: Ketika waktu dhuhur tiba, Nabi berwudhu dua kali, yaitu wudhu dhahir dan batin. Kemudian Ashim berkata: Bagaimana bisa demikian? Al-Hatim menjawab: Untuk wudhu dhahir anda sudah mengetahuinya, adapun wudhu batin adalah taubat dengan penyesalan, meninggalkan dendam, menipu, keragu-raguan, sombong, meninggalkan cinta akan perkara duniawi, meninggalkan cinta akan pujian makhluk (manusia) dan meninggalkan kebiasaan senang menjadi pengharapan orang lain.

Nadhim mengatakan bahwa kata تُعْصَمُ pada bait ini dibaca dengan huruf mim yang ber-harakat dhammah dan kata ini mempunyai mubtada’ yang tersimpan dengan posisi i’rab jazm karena menjadi jawab dari amr (perintah), bentuk selengkapnya adalah sebagai berikut:

فأنتَ تُعْصَمُ مِن البلاء

Maka kamu akan terjaga dari musibah

Yang demikian memang benar, karena bersuci dapat menghindarkan dari musibah. Demikianlah sebagaimana yang diriwayatkan dari sebagian ulama.

Sahabat Umar Ra berkata:

إنّ الوضوء الصالح يطرد عنك الشيطان

Wudhu yang benar dapat menghindarkanmu dari setan.

Diasuh Oleh: KH. Akhmad Rojin, Rois Syuriah MWC NU Patean, Pengasuh Ponpes Assalafiyyah An-Nahdliyah Patean, Kendal.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here