Ngaji Qomi’ Ath Thughyan: Cabang Iman (19)‎

0
27

19. Mengagungkan dan memuliakan Al-Qur’an

Ada beberapa bentuk cara mengagungkan dan memuliakan Al-Qur’an, yakni:

  1. Membacanya dalam keadaan suci.
  2. Menyentuhnya hanya ketika dalam keadaan suci saja.
  3. Bersiwak dan membersihkan gigi ketika hendak membacanya.
  4. Duduk tegap saat membacanya, kecuali pada saat salat. Jadi seseorang tidak boleh membacanya denganposisi berbaring.
  5. Membacanya dengan mengenakan pakaian yang baik dan bersih, karena ketika membaca Al-Qur’an sama artinya sedang bermunajat kepada Allah.
  6. Membacanya dengan posisi menghadap kiblat.
  7. Berkumur sehabis mengeluarkan dahak.
  8. Menahan bacaan ketika sedang menguap.
  9. Membacanya dengan pelan-pelan dan tartil (sesuai kaidah tajwid).
  10. Memperhatikan setiap hurufnya sesuai dengan makhraj-nya.
  11. Tidak meletakkannya di sembarang tempat.
  12. Tidak meletakkan buku lain di atasnya, sehingga selamanya Al-Qur’an akan menjadi kitab suci yang paling mulia dari pada buku-buku lainnya.
  13. Meletakkannya pada tempat khusus Al-Qu’an saat membacanya atau di atas sesuatu yang tingginya antara kedua tangan. Sehingga tidak meletakkannya di lantai.
  14. Tidak membuka setiap lembarnya dengan tangan yang dibasahi dengan air ludah, akan tetapi memakai air yang bersih.
  15. Tidak memakai lembaran Al-Qur’an yang rusak untuk menjaga (menyampuli) buku-buku lain. Namun jika hal yang seperti ini (membuat sampul buku dari lembaran Al-Qur’an yang telah rusak dan usang) dilakukan, maka itu termasuk perbuatan yang sangat keji. Oleh karena itu hendaklah lembaran-lembaran yang telah usang dan tidak bisa dipakai lagi itu dilebur menggunakan air.

Diasuh Oleh: KH. Akhmad Rojin, Rois Syuriah MWC NU Patean, Pengasuh Ponpes Assalafiyyah An-Nahdliyah Patean, Kendal

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here