Ngaji Qomi’ Ath Thughyan: Cabang Iman (1-5)

0
39

Nadhim berkata dalam nadham-nya:

آمِنْ بربِّكَ والمَلائِكِ والكُتُبْ    #      والأَنْبِيا وبيومِ يَفْنَى العَالَمُ

Berimanlah kepada Tuhan mu, para malaikat-Nya, kitab-kitab (suci), nabi-nabi-Nya dan hari di mana alam akan hancur.
Nadhim menyebutkan lima cabang iman pada bait ini. Sebagai berikut:

  1. Iman kepada Alloh SWT, yakni:
    a. Maha Esa yang sama sekali tidak ada sekutu bagi-Nya.
    b. Maha Tunggal yang sama sekali tidak ada yang serupa dengan-Nya, tempat meminta pertolongan yang sama sekali tidak ada yang  menandingi-Nya.
    c. Maha Sedia tanpa permulaan.
    d. Maha Berdiri dengan pribadi-Nya sendiri.
    e. Maha Kekal (Abadi).
    f. Maha Dahulu yang tidak ada permulaan bagi-Nya.
    g. Maha Akhir yang sama sekali tidak ada kesudahan bagi-Nya.
    h. Maha Tegak yang tidak dilenyapkan oleh masa dan tidak diubah oleh sangkaan.
    i. Maha Permulaan, Maha Akhir, Maha nampak pekerjaannya dan Maha Tersembunyi yang tidak tampak Dzat-Nya.
    j. Maha Suci dari jasmani, tak sesuatupun yang menyerupai-Nya
  2. Iman kepada Malaikat:
    a. Beriman dan membenarkan keberadaan Malaikat.
    b. Malaikat merupakan hamba Alloh yang dimuliakan yang tidak pernah membangkang terhadap apa yangtelah diperintahkan oleh Alloh kepadanya. Ia melakukan apa yang telah diperintahkan Alloh kepadanya.
    c. Jasmani yang halus dan bernyawa.
    d. Sesuatu kekuatan yang dijadikan oleh Alloh untuk berubah-ubah bentuk yang indah.
    e. Dibuat dari cahaya.
    Malaikat adalah jisim (tubuh) yang bersifat lembut yang memiliki ruh. Alloh memberikannya keahlian untuk menyerupai berbagai bentuk yang bagus-bagus.
  3. Iman pada Kitab
    Yaitu beriman dan membenarkan bahwa kitab yang telah diturunkan oleh Alloh kepada para Nabi-Nya adalah wahyu dari Alloh. Di dalamnya mengandung hukum-hukum dan khabar (pemberitahuan)-Nya.
  4. Iman kepada Nabi, yakni:
    a. Beriman bahwa para Nabi jujur dalam menyampaikan khabar dan wahyu dari Alloh SWT.
    b. Bahwa di antara para Nabi tersebut terdapat Nabi yang diutus (Alloh) kepada para umat untuk menunjukkan, menyempurnakan penghidupan dan akhirat mereka.
    c. Mereka (para Nabi) dibekali (Alloh) dengan mukjizat-mukjizat yang menunjukkan kejujuran mereka. Oleh karena itu Alloh memberikan risalah (wahyu) kepada mereka dan mereka menjelaskannya kepada orang-orang kafir.
  5. Iman pada Hari Kerusakan Seluruh Alam Semesta, yakni:
    a. Percaya terhadap kehancuran dunia.
    b. Percaya terhadap hari akhir (kiamat) beserta apa yang ada di dalamnya, seperti pembalasan, penghitungan amal, penimbangan amal, berjalan di jembatan shirath al-mustaqim, surga dan neraka.
    Kita wajib beriman bahwa alam semesta, alam dunia maupun benda di angkasa akan hancur binasa pada hari kiamat. Amal yang kita kerjakan akan dibalas dengan cara perhitungan amal, penimbangan amal, titian, surga dan neraka.

 

Diasuh Oleh: KH. Akhmad Rojin, Rois Syuriah MWC NU Patean, Pengasuh Ponpes Assalafiyyah An-Nahdliyah Patean, Kendal.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here