Ngaji Qawaid (Kasus Corona)

0
66

Oleh: KH Muhammad Danial Royyan

Ada kaidah fiqhiyah (لا ضرر ولا ضرار) yang berasal dari Hadits Nabi yang lengkapnya berbunyi sebagai berikut:

عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه : أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : لا ضرر ولا ضرار، رواه ابن ماجه

Dari sahabat Abi Said RA, bahwa Rasululloh SAW bersabda: “Tidak boleh ada bahaya dan tidak boleh ada penyebaran bahaya” (HR Ibnu Majah).

Dalam kasus corona sekarang ini, bisa diartikan sebagai berikut: “Tidak boleh membiarkan adanya virus corona yang mematikan manusia dan tidak boleh melakukan suatu perbuatan yang menjadi sebab penularan virus corona.”

Ada beberapa faidah dari Hadits di atas:

  1. Jangan ada hal yang membahayakan terhadap jiwa seseorang seperti potensi kerusakan yang akan menimpanya, atau membiarkannya melakukan maksiat sebagai kerusakan batiniah baginya.
  2. Larangan melakukan hal yang mendatangkan bahaya secara massif, seperti kerumunan banyak orang yang menyebabkan penularan virus corona.
  3. Harus menjauhi semua hal yang berpotensi bahaya terhadap jiwa, harta, keluarga maupun kehormatan.
  4. Di antara tujuan syariat Islam adalah perbuatan mencegah potensi bahaya sebelum terjadi dan menghilangkan bahaya yang nyata sesudah terjadi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here