Musibah

0
27
Oleh: Abdul Basyid

Musibah atau bencana sering datang tanpa bicara. Di kota, di desa atau di belahan dunia mana saja. Musibah merupakan isyarat jika Tuhan itu Maha Kuasa atas ciptaan-Nya. Kepintaranmu, kepangkatanmu, bahkan kekayaanmu yang selama menjadi tempat persembunyianmu hanya akan menjadi saksi bila manusia sebenarnya masih banyak kekurangannya.

Sebera pun hebat dan perkasamu tidak akan mampu  menandingi kehendak-Nya. Manusia  yang bertaqwalah yang akan memenangkan setiap ujian yang diberikan. Kekurangan pada dirinya bukan sebuah alasan untuk minta belas kasihan. Begitu sebaliknya, kelebihanmu merupakan motivasi untuk berbagi  disaat orang lain masih belum sanggup menghadapi ujian ini. Berprilakulah sewajarnya, jangan memperkeruh keadaan dengan opini picisan terutama orang-orang yang merasa dirinya adalah orang terpilih di negeri ini.

Musibah bagian dari upaya Tuhan untuk menyadarkan manusia yang selama ini bangga terhadap baju yang dikenakan. Musibah merupakan cara supaya lebih dekat kepada-Nya. Bagi yang suka merekayasa kepentingan yang berbungkus agama, atau mungkin bagi mereka yang suka mendikotomi umat dengan dalil win win solution juga perlu lockdown.

Musibah ini bencana dunia. Perkara siapa penyebabnya, janganlah diperpanjang. Berpikirlah kedepan agar umat terus tentram meski ditengah kekalutan yang mencekam. Biarlah mereka yang terus menari di balik musibah ini, karena rakyat tahu siapa yang bekerja dan siapa yang tebar pesona.

Jagalah negeri ini dari musibah yang terus berganti. Ada musibah yang nyata ada musibah yang direkayasa. Musibah yang nyata dapat disikapi dengan berdoa dan berkarya, tapi musibah yang direkayasa butuh sikap yang tegas dan kerjasama antar elemen anak bangsa.

Cukuplah cerita masa lalu hanya satu episode negeri ini. Jangan tambah dosa negeri dengan cerita berbingkai. Akibatnya akan muncul kekaburan fakta. Biarlah musibah ini tetap terjadi. Karena nantinya akan menjadi bahan refleksi di kemudian hari. Sehingga mereka jadi mengerti mana berbakti dan mana pencuri.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here