Monitoring di Kangkung, PC Lazisnu Kendal Tekankan Tertib Administrasi

0
34

Kangkung, pcnukendal.com – Unit Pengumpul Zakat, Infaq, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Upzis NU) Care Lazisnu Kecamatan Kangkung mendapat giliran safari monitoring dan pembinaan yang dilakukan PC Lazisnu Kabupaten Kendal, Sabtu (27/2) di Gedung MWC NU Kecamatan Kangkung.

Monitoring dan pembinaan dilakukan PC Lazisnu secara bergilir di seluruh kecamatan se-Kabupaten Kendal untuk mensosialisasikan pengelolaan administrasi  dan pelaporan keuangan Lazisnu sebagai salah satu lembaga amil, zakat, infaq dan sedekah. Selain itu, kegiatan juga dimanfaatkan untuk membahas permasalahan yang terjadi pada Upzis NU di tingkat ranting.

Pada kegiatan ini, Ketua Upzis NU Care Lazisnu Kecamatan Kangkung, H. Sapuan menyampaikan laporan kegiatan dan keuangan selama tahun 2020. Disampaikan, perolehan Koin NU Upzis NU Care Lazisnu Kecamatan Kangkung selama tahun 2020 mencapai Rp291.760.300. Sementara penyalurannya melalui berbagai program diantaranya, program pendidikan, layanan kesehatan gratis, siaga bencana, dan berbagai program khusus Lazisnu.

“Kami berharap perolehan Koin di tahun mendatang akan meningkat. Pelaporan dan pengadministrasian pengelolaan di masing-masing ranting juga harus dicatat dengan baik untuk segera dilaporkan ke Upzis NU Care Lazisnu Kecamatan,” tutur H. Sapuan.

Sementara Ketua Tanfidziyah MWC NU Kangkung, Ahmad Khoiron memandang perkembangan Lazisnu di wilayahnya sudah cukup baik. Menurutnya Lazisnu dapat menopang operasional Ranting NU. Masyarakat luas juga telah merasakan manfaat keberadaan Upzis di masing-ranting ranting mulai dari santunan kematian, kebakaran, banjir, layanan ambulans, pembagian sembako, dan lain sebagainya.

“Ada perbedaan penilaian NU dulu dan sekarang. Kini NU tak hanya dilihat namanya, tapi kemanfaatannya. Keberhasilan Lazisnu akan membawa warga Kangkung merasa bangga dengan NU nya,” tutur Ketua Tanfidziyah MWC NU Kangkung.

Ia juga menggaris bawahi secara hierarki Upzis NU berada di bawah payung NU. Sehingga hendaknya harus mengikuti aturan dan wajib menjalin komunikasi yang baik dengan NU. Ini berlaku untuk Upzis NU di tingkat ranting hingga tingkat di atasnya.

Pembinaan disampaikan Bendara PC Lazisnu Kendal, Syairur Rokhman. Ia menekankan beberapa hal yang menjadi kunci pelaksanaan program Lazisnu, diantaranya adalah tenaga pemungut Koin NU. Menurutnya, petugas pemungut menjadi ujung tombak keberhasilan Lazisnu.

“Carilah petugas pemungut yang rajin, cekatan, dan dapat percaya,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menekankan tertib administrasi mulai pengambilan koin, pemanfaatan, dan pelaporan. Dalam pemanfaatan hendaknya disertakan bukti pengeluaran, bukti penerimaan manfaat, atau foto kegiatan. Daftar penerima manfaat dan pelaksanaannya juga harus dicatat.

“Karena suatu kebenaran bila tidak dikelola dengan baik akan kalah dengan sesuatu yang batil dengan manajerial yang baik,” tuturnya. (Muf)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here