Meriahkan Harlah, IPNU-IPPNU Plantungan Gelar Khotmil Quran dan Tasyakuran

0
24

Plantungan, pcnukendal.com – Memeriahkan Hari Lahir (Harlah) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) yang ke-67 dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) yang ke-66, Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Plantungan Kabupaten Kendal menggelar Khotmil Quran dan Tasyakuran.

Kegiatan yang bertempat di lokasi bakal Gedung MWC NU Plantungan Desa Tirtomulyo ini sengaja dibarengkan dengan momentum peringatan Isra Mikroj Nabi Muhammad Saw, Kamis (11/3).

“Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi rekan dan rekanita IPNU – IPPNU dalam memeriahkan Harlah. Selain itu juga sebagai bentuk ta’dim untuk mendoakan para sesepuh dan pendiri NU maupun IPNU-IPPNU,” tutur Ketua PAC IPPNU Plantungan, Utia Alfa Khikmatin

Utia menambahkan, karena masih dalam masa pandemi, kegiatan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan. Peserta wajib mengenakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

“Momentum Harlah ini menjadi sarana silaturahmi guna mempererat persaudaraan antar pelajar NU se-Kecamatan Plantungan. Maka harus dilaksanakan dengan sebaik mugkin, menjadi contoh dan gambaran pelajar NU,” imbuhnya.

Sementara itu,  Wakil Ketua PAC IPNU Plantungan, Muhammad Radinalkhaq dalam sambutannya menjelaskan 2 tugas yang harus diemban kader IPNU dan IPPNU, yakni khilyatuddin (menjaga agama) dan khilyatuddaulah (menjaga negara).

“Saat ini banyak kelompok khilafah yang ingin memecah belah umat dan ingin mendirikan negara Islam atau disebut khilafah islamiyah. Mereka ingin mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi khilafah. Maka dari itu, kita sebagai pelajar NU harus serius menghadapi hal ini. Kita harus punya misi untuk menyelamatkan para pelajar yang belum mengenal Nahdlatul Ulama agar tidak terjerumus pada ideologi yang nyata menentang Pancasila,” terangnya.

Muhammad Radinalkhaq juga mengajak seluruh kader di semua tingkatan memiliki semangat berjuang untuk membesarkan IPNU-IPPNU di wilayah masing-masing meski perjuangan itu tidak mudah.

“Belum bisa dikatakan perjuangan bila tanpa pengorbanan, kalau tidak ada tantangan, bila belum ada hambatan. Tapi ini adalah perjuangan mulia yang harus kita lakukan bersama-sama untuk menyelamatkan kita fiddini waddunya wal akhiroh,” ujarnya.

Acara diawali dengan pembacaan Khotmil Quran disambung dengan doa yang dipimpin Rais Syuriah MWC NU Plantungan, KH Ahmad Muhson. Acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh  Ketua MWC NU Plantungan, KH Ahmad Shodiq.

Selaku Ketua MWC NU Plantungan, KH Ahmad Shodiq mengapresiasi kegiatan itu. Diharapkan seluruh pengurus PAC dan pimpinan ranting IPNU-IPNU dapat mendukung kegiatan itu.

“Pandemi tidak boleh menjadi penghambat semangat kader pelajar NU untuk berkreasi, berkontribusi untuk organisasi dan masyarakat. Tantangan kita ke depan lebih berat dan beragam. IPNU-IPPNU harus menempa diri agar bisa meneruskan perjuangan NU di masa mendatang,” tutur Ketua MWC NU Plantungan. (A. Manarul Maulana/Muf)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here