MENUNGGU KIPRAH PERGUNU DI KENDAL

0
347

Oleh : Drs. H. Mukhamad Umar Said, M.S.I.

(Ketua Persatuan Guru Nahdlatul Ulama Kabupaten Kendal)

umar-pergunu

Sejak  Reformasi digulirkan pada tahun 1998, euforia masyarakat Indonesia terjadi di mana-di mana, kebebasan menyampaikan pendapat lewat mimbar bebas, media cetak, elektronik dan media sosial menghiasi pemberitaan baik lokal maupun nasional. Reformasi juga berdampak  terhadap berdirinya beberapa  partai politik hingga jumlahnya mencapai  pulahan  partai . Tak ketinggalan dari berdirinya parpol, organisasi profesi yang merupakan badan otonom milik Nahdlatul Ulama  Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) yang sudah berdiri sejak tahun 1952,  dimana eksistensinya saat itu terkebiri pada masa Orde Baru bahkan mandul dan hilang sama sekali, seperti ungkapan “wujuduhu  ka ‘adamihi” (adanya seperti tidak adanya), maka seiring dengan perjalanan waktu PERGUNU kembali eksis terutama pada saat diselenggarakannya Muktamar NU ke 32 di Makassar yang menetapkan PERGUNU sebagai badan otonom (banom) NU sebagaimana tertuang dalam pasal 20 ayat (7) huruf f Anggaran Dasar Periode Tahun 2010-2015.

Untuk lebih memantapkan peranan PERGUNU sebagai organisasi profesi guru warga NU, pada tanggal 22 sampai dengan 24 Juli telah diselenggarakan Konggres Nasional I Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) di Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Kabupaten  Mojokerto. Salah satu hasil Konggres Nasional I adalah terpilihnya Ketua Umum PERGUNU periode 2011-2016, yaitu Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A. Selanjutnya, ketua umum beserta jajarannya telah merumuskan PD/ART dan Program Kerja PERGUNU periode 2011-2016.

Seiring dengan perjalanan waktu, kini PERGUNU telah ditetapkan oleh Ditjen GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI pada tanggal 4 Desember 2015 sebagai organisasi profesi guru yang menempati urutan ke-2 setelah PGRI dari enam organisasi profesi guru dengan urutan sebagai berikut: Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU), Ikatan Guru Indonesia (IGI), Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI), Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), dan Federasi Guru Independen Indonesia (FGII). Dan kini PERGUNU telah berdiri di 34 wilayah Propinsi dan 95 % cabang di Kabupaten di seluruh Indonesia.

Kapan PERGUNU berdiri di Kendal dan bagaimana  eksistensinya ?

 PERGUNU berdiri di Kabupaten Kendal pada tahun 2013 melalui Tim Formatur atas prakarsa Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kendal yang diketuai oleh K.H. Muhammad Danial Royyan. Namun demikian, PERGUNU di Kendal sejak awal berdirinya kurang berjalan efektif, yang disebabkan karena tidak berjalannya roda organisasi. Hal tersebut dibuktikan dengan kurangnya koordinasi pengurus, belum adanya program kerja, di samping kurang sosialisasinya PERGUNU di kalangan warga NU khususnya, dan masyarakat Kendal pada umumnya. Selain itu, susunan pengurus PERGUNU tidak sesuai dengan PD/ART Pimpinan Pusat yang tidak memasukkan unsur Dewan Pakar dalam kepengurusan yang merupakan keharusan. Selain itu juga terdapat beberapa penulisan nama dan gelar yang salah, sehingga mau tidak mau kepengurusan PERGUNU Kabupaten Kendal harus diadakan perbaikan. 

Sehubungan dengan fakumnya kepengurusan PERGUNU sebagaimana tersebut di atas, maka Pengurus Cabang PERGUNU Kendal merekomendasikan reposisi kepengurusan kepada Pimpinan Wilayah PERGUNU Propinsi Jawa Tengah untuk selanjutnya diteruskan kepada Pimpinan Pusat PERGUNU di Jakarta. Selanjutnya berdasarkan rekomendasi dari Pimpinan Wilayah PERGUNU Propinsi Jawa Tengah, keluarlah Surat Keputusan (SK) Pimpinan Pusat PERGUNU Nomor : 239/KEP/PP/10/2016 tanggal 9 Muharram 1438 H bertepatan dengan tanggal 10 Oktober 2016 tentang Susunan Pengurus Pimpinan PERGUNU Kabupaten Kendal masa khidmat 2016-2018 M.

Langkah-langkah Pengurus PERGUNU yang baru

Adapun langkah-langkah pengurus PERGUNU yang baru adalah melanjutkan serta merealisasikan program kerja pengurus lama yang belum terwujud yaitu sebagai berikut :

  1. Sosialisasi PERGUNU kepada masyarakat

Sebagaimana kita maklum, bahwa PERGUNU adalah organisasi profesi meskipun kelahirannya sudah lama, tetapi di mata masyarakat merupakan organisasi baru yang belum banyak dikenal, baik di kalangan warga nahdliyyin apalagi bagi warga di luar nahdliyyin. Adapun cara yang ditempuh dalam mensosialisasikan PERGUNU adalah dengan cara :

A.  Di kalangan nahdliyyin, yaitu dengan mengadakan seminar tentang ajaran Aswaja dan Kegiatan ini sudah dilaksanakan, dan alhamdulillah mendapat respon positif, dengan bukti dihadiri oleh lebih dari 100 orang dari beberapa guru di kalangan LP. MAARIF NU mulai  tingkat SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA  se-Kabupaten Kendal. Kegiatan seminar ini dihadiri oleh Pengurus Wilayah PERGUNU Propinsi Jawa Tengah sekaligus sebagai narasumber.  Sosialisasi tentang PERGUNU ini akan dilakukan terus menerus, tentunya dengan bekerja sama dengan LP. MAARIF NU sebagai lembaga pendidikan yang sudah mapan dan berpengalaman mengelola pendidikan. Selain itu juga akan diadakan sosialisasi ke Pesantren-pesantren dan Madrasah Diniyyah, sebab yang menjadi anggota PERGUNU sebagaimana tertuang dalam PD/ART Pimpinan Pusat PERGUNU, tidak hanya para guru yang mengajar di sekolah umum saja, tetapi termasuk juga para guru ngaji di pesantren dan guru madrasah diniyyah serta para dosen di perguruan tinggi;

B. Di kalangan non nahdliyyin, cara yang dilakukan adalah dengan membagikan “Buku Profil PERGUNU” ke setiap pengurus kelompok musyawarah guru mata pelajaran seperti KKG dan MGMP se-Kabupaten Kendal. Dengan cara ini, sedikit demi sedikit para guru mata pelajaran umum di sekolah umum  Negeri/Swasta akan mengenal dan mengetahui tentang  PERGUNU dan tertarik menjadi anggota PERGUNU.

       2. Kartu Tanda Anggota (KTA)

Salah satu daya tarik menjadi anggota PERGUNU adalah memiliki KTA. Dengan memiliki kartu ini maka secara sah guru telah menjadi anggota PERGUNU. Dan kini Pimpinan Cabang PERGUNU Kendal telah mencetak sebanyak 400 KTA, dan akan menyusul dalam waktu dekat lagi sebanyak 100 KTA, sesuai target yang akan dicapai sebanyak 1000 KTA hingga  tahun 2018.

  1. Membentuk PAC di setiap Kecamatan

Salah satu tugas Pimpinan Cabang PERGUNU Kabupaten Kendal adalah membentuk kepengurusan PERGUNU di setiap Kecamatan. Dan alhamdulillah berkat kerjasama dan kerja keras dari teman-teman Pergunu, sekarang telah terbentuk pengurus PAC PERGUNU di 20 Kecamatan se-Kabupaten Kendal. Pembentukan PAC PERGUNU di tingkat kecamatan tersebut menjadi leading sector, sebab eksistensi dan basis massa PERGUNU pada hakikatnya PERGUNU berada di tingkat kecamatan.

  1. Meningkatkan profesionalisme guru

Sebagaimana kita ketahui, bahwa secara umum guru masih memiliki kompetensi yang relatif  rendah dalam bidang pendidikan, baik kompetensi pedagogis, profesional, sosial maupun kepribadian. Hal yang menyebabkan kompetensi guru rendah di antaranya karena kurangnya motivasi guru dalam mengembangkan kreativitas dan potensinya sebagai pendidik, sedikitnya mengikuti pelatihan-pelatihan, baik di tingkat sekolah maupun yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan maupun Kantor Kementerian Agama.  Sehubungan hal tersebut, Pimpinan Cabang PERGUNU Kabupaten Kendal akan berpartisipasi  memfasilitasi kegiatan-kegiatan pelatihan tersebut guna peningkatan mutu dan kompetensi guru anggota PERGUNU. Hal ini penting, karena tanpa pelatihan  yang kontinu maka akan sulit menghadirkan guru yang professional dan bermutu,  dan  kemungkinan juga sulit menghasilkan tamatan (out come) yang memiliki integritas dan keunggulan, baik keunggulan komparatif maupun kompetitif di era globalisasi seperti sekarang ini. Sehubungan hal tersebut, PERGUNU merasa terpanggil dan berkewajiban untuk memberikan  pendidikan dan  pelatihan (diklat) bagi guru, agar nantinya dapat menghadirkan guru yang benar-benar dibutuhkan oleh zaman dan multi talenta, sehingga dengan demikian di lingkungan Nahdliyyin akan lahir Generasi Khoiru Ummah  di masa yang akan datang;

  1. Membantu perlindungan hukum bagi guru

Akhir-akhir ini guru sering mendapat perlakuan kurang manusiawi dari siswa, gara-gara  siswa mendapat teguran dan hukuman dari guru, guru dilaporkan oleh orang tua siswa kepada pihak kepolisian dan kasusnya dipidanakan. Guru yang semestinya merupakan sosok yang dihormati dan disegani, kini tidak berdaya menghadapi persoalan hukum. Walaupun kasus guru ini sudah mendapat dukungan moril dari beberapa pihak, tetapi dalam kenyataannya guru sering mengalami persoalan hukum yaitu dituntut orang tua siswa ke meja hijau gara-gara memberi teguran dan hukuman kepada siswa di sekolah.

Sehubungan hal tersebut, Pimpinan Cabang PERGUNU Kabupaten Kendal akan membantu setiap guru yang menjadi anggotanya dalam menyelesaikan persoalan  hukum yang dihadapi. Untuk merealisaikan program tersebut, pada tanggal 28 Maret 2017 mendatang Pimpinan Cabang PERGUNU Kabupaten Kendal akan mengadakan Seminar tentang UU Perlindungan Guru dan Anak bertempat di Pendopo Kabupaten Kendal.  Para narasumber yang sudah bersedia hadir adalah : Drs. H. A.Mujib Rohmat, M.H., (Komisi X DPR RI), Kapolres Kendal dan dari LBH PERGUNU PW PERGUNU Jawa Tengah. Diharapkan dari kegiatan seminar tersebut, guru yang menjadi anggota PERGUNU akan merasa terlindungi hak-haknya  sebagai warga negara dan profesi guru akan disegani dan lebih bermartabat. Sebab jika guru tidak ada yang ‘ngayomi’ dan merasa takut jika akan mendidik siswa, lalu bagaimana  guru bisa  mengajar dengan perasaan tenang? Kondisi seperti ini tidak boleh terjadi. Guru harus memiliki kepercayaan diri, gairah dan optimis dalam mendidik siswa, sehingga kegiatan belajar mengajar (KBM) dapat berjalan secara efektif dan efisien.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here