MENONTON FILM BOKEP LEWAT HP

1
468

Ada qaul dla`if yang membolehkan lelaki melihat wanita ajnabiyah meski telanjang dan kelihatan auratnya apabila terhalang oleh kaca dan tidak menimbulkan fitnah. Sekarang ini banyak film bokep yang diaplikasi di HP dan LCD HP itu termasuk kaca penghalang.

Pertanyaan :

Bagaimana hukum melihat film bokep yang diaplikasi di HP, apakah dipersamakan dengan melihat wanita ajnabiyah telanjang yang terhalang dengan kaca? (Hadi 087731073976)

Jawaban :

Ta`bir yang disebut dalam kitab-kitab fiqih seperti kitab Tuhfatul Muhtaj bukan “diperbolehkannya melihat wanita telanjang yang terhalang kaca”, tetapi “diperbolehkannya melihat gambar wanita telanjang yang terpantul dalam cermin atau air jernih apabila tidak menimbulkan fitnah”. Pendapat ini berasal dari sebagian ulama madzhab Hanafi dan termasuk quol dla`if yang diikhtilafkan di antara ulama sehingga tidak memenuhi syarat untuk dijadikan sandaran.

Pendapat ini juga tidak bisa dijadikan dalil bagi hukum “diperbolehkannya” melihat film bokep dalam HP dengan metoda ilhaq (mempersamakan), karena adanya perbedaan antara dua masalah. Film bokep dalam HP itu menampilkan aurat mughalladhah (qubul dan dubur) secara gamblang dan terang-terangan sampai ke lekuk-lekuknya, sehingga melihatnya sama dengan melihat orang bersenggama secara langsung.

Sedangkan kaca cermin atau air jernih hanya memantulkan gambar seseorang tetapi tidak menampilkan aurat mughalladhah secara gamblang sampai lekuk-lekuknya dan masih terganggu gelombang udara atau gelombang air. Dan ulama telah bersepakat bahwa melihat aurat mughalladhah wanita lain itu pasti menimbulkan fitnah dan hukumnya haram, kecuali oleh pasangannya atau oleh orang lain dalam rangka kepentingan kesaksian terhadap kasus perzinaan atau sengketa kelahiran.

Perlu diketahui bahwa aurat itu ada tiga :

1. Mukhaffafah (ringan), yaitu rambut, gigi, wajah dan sebangsanya.

2. Mughalladhah (berat), yaitu Qubul dan Dubur atau alat vital,

3. Mutawassithah (sedang), yaitu aurat selain Mukhaffafah dan Mughalladhah.

Aurat yang mungkin mendapat toleransi untuk dilihatnya itu Mukhaffafah dan Mutawassithah dalam keadaan tertentu seperti dalam keadaan lamaran menurut madzhab Daud Dhahiri atau qaul dla`if dalam madzhab Syafi`i.

Sedangkan aurat mughalladhah itu mutlak tidak boleh dilihat oleh orang lain kecuali pasangannya atau oleh orang lain dalam rangka kepentingan kesaksian terhadap kasus perzinaan atau sengketa kelahiran. Kalau yang melihat pasangannya atau dirinya sendiri hukumnya boleh meskipun makruh.

Demikian juga jika yang melihatnya orang yang memberikan kesaksian pada kasus perzinaan atau sengketa kelahiran, hukumnya boleh. Pemasangan IUD (spiral) dalam sistem KB tidak boleh dilakukan oleh dokter lelaki karena alasan hukumnya berupa melihat aurat mughalladhah oleh orang lain bukan suaminya, bukan pemasangannya itu sendiri, dan diperbolehkan apabila yang memasang dokter perempuan yang pada saat pemasangan didampingi oleh suami.

Dasar Pengambilan :

  1. تحفة المحتاج بشرح المنهاج

فإذا كان العلماء قد اختلفوا في تحريم النظر إلى عورة المرأة في المرآة أو في الماء، فإنهم لا يختلفون في تحريم نظر صورة العورة في المرآة أو غيرها إذا كان بشهوة أو أدى إلى فتنة. وبهذا تعلم أن نظر العورة ولا سيما المغلظة في المرآة لا يجوز، لما تجلبه من الفتنة إلا إذا دعت إلى ذلك حاجة

  1. – كفاية الأخيار جزء ثاني ص 44 :

         من مواضع الحاجة جواز النظر الى ثدي المرأة المرضعة لأجل الشهادة على الرضاع وكذا النظر الى فرجها لأجل الشهادة على الولادة وكذا النظر الى فرج الزانيين لأجل الشهادة عليهما لأن الحاجة تدعو إلى ذلك

KONSULTASI AGAMA

Diasuh oleh : H. Mohammad Danial Royyan

Ketua PCNU Kabupaten Kendal

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here