Menciptakan Iklim Sejuk Menghadapi Pemilu 2019

0
331
Oleh: Moh. Muzakka Mussaif

Khutbah I

اَلحَمْدُ لِلّهِ الوَاحِدِ القَهَّارِ، الرَحِيْمِ الغَفَّارِ، أَحْمَدُهُ تَعَالَى عَلَى فَضْلِهِ المِدْرَارِ، وَأَشْكُرُهُ عَلَى نِعَمِهِ الغِزَارِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ العَزِيْزُ الجَبَّارُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ المُصْطَفَى المُخْتَار، صَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد وَعَلَى آلِهِ الطَيِّبِيْنَ الأَطْهَار، وَإِخْوَنِهِ الأَبْرَارِ، وَأَصْحَابِهِ الأَخْيَارِ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ مَا تُعَاقِبُ اللَيْلَ وَالنَّهَار، أما بعد

فَيَااَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْااللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَتَمُوْتُنَّ اِلاَّوَأَنـْتُمْ مُسْلِمُوْنَ فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Hadirin sidang Jumat rahimakumullah

Sebelum saya menyampaikan khutbah dengan tema “Menciptakan iklim sejuk dalam menghadapi Pemilu 2019”  melalui mimbar ini saya berwasiat kepada diri saya sendiri dan hadirin sekalian untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT di manapu, kapanpun, dan dalam kondisi apapun sebab Dialah tempat kita memuji, meminta, dan bergantung.  Meningkatkan ketakwaan itu harus kita wujudkan dengan langkah nyata, yaitu menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi semua larangan-Nya serta janganlah sekali-kali kita mati kecuali dalam pelukan Islam.

Hadirin sidang Jumat Rahimakumullah

Seperti kita ketahui bersama bahwa tanggal 17 April yang akan datang bangsa Indonesia akan mengadakan pesta demokrasi atau pemilu untuk memilih wakil-wakil rakyat pada lembaga DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota sekaligus juga Pilpres  dan wakilnya.

Sekarang ini calon-calon wakil rakyat yang bergabung dalam berbagai partai politik maupun perorangan sudah dan sedang melakukan kampanye untuk memikat hati  rakyat dengan menyampaikan visi dan misinya serta program-programnya, bahkan juga janji-janjinya. Begitu juga capres-cawapres dan timnya juga sudah menyampaikan progran-program unggulannya.

Oleh karena itu, sebagai muslim kita harus berupaya sebaik mungkin untuk menyukseskan pesta demokrasi dengan menciptakan iklim sejuk baik pada saat berkampanye, saat pemilu,  maupun pascapemilu. Kita harus senantiasa waspada terhadap isu, gosip, dan fitnah yang membubung tinggi yang sengaja dihembuskan oleh para provokator untuk mengacaukan keadaan, memecah belah umat Islam, maupun bangsa ini.

Kita juga harus waspada terhadap money politik dan janji-janji palsu apapun bentuknya sebab hal itu nanti juga akan merugikan rakyat banyak. Kita juga harus waspada terhadap tekanan politik, intimidasi dan teror dari tangan besi, sebab hal itu sangat bertentangan dengan ajaran Islam dan hak asasi manusia. Kita juga harus waspada terhadap orang-orang munafik, orang-orang yang berwajah dua, yang selalu mencari keuntungan sendiri, yang tega menohok dan menikam kawan sendiri.

Hadirin Sidang Jumat Rahimakumullah,

Pada kesempatan yang baik ini, khususnya dalam menghadapi pesta demokrasi, ini saya mengajak hadirin dan masyarakat muslim pada umumnya untuk senantiasa berpegang teguh pada tali Allah dan jangan sampai bercerai-berai, sebab percerai-beraian akan menimbulkan bencana, akan menghancurkan ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan muslim, ukhuwah basyariah atau persaudaraan kemanusiaan, dan ukhuwah wathoniah atau persaudaraan berbangsa dan bernegara.

Perbedaan baju, perbedaan pendapat, perbedaan partai, dan perbedaan pilihan jangan sampai mencerai-beraikan tali persaudaraan. Ingatlah pada firman Allah dalam Alquran QS. Ali Imron ayat 103 yang berbunyi:

وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا

Artinya: Dan berpegang teguhlah kamu sekalian pada tali (ajaran) Allah dan janganlah kamu sekalian bercerai-berai.

Namun, hadirin sekalian, meskipun Allah SWT dengan tegas dan jelas menyuruh manusia untuk bersatu-padu, bekerja sama untuk menyejahterakan kehidupannya sendiri sambil mengabdi kepada sang Pencipta Alam, tetapi kita sering lupa bahkan sering pula sengaja melupakan Allah untuk kepentingan-kepentingan sesaat, kepentingan pemuasan nafsu pribadi, baik yang berupa kekuasaan, pangkat dan jabatan,  maupun kekayaan harta-benda  dengan cara-cara keji seperti mengadu domba, menyebarkan fitnah, melakukan intimidasi, mengolok-olok sesama, bahkan tega menohok dan menikam temannya sendiri. Oleh karena itu, dalam menghadapi pesta demokrasi ini, sebagai muslim, kita jangan mudah terpancing oleh berbagai hasutan dan provokasi manusia yang berhati setan.

Hadirin Sidang Jumat Rahimakumullah

Saling olok, saling hina, dan saling caci sering kita lihat dan kita dengar di berbagai tempat baik dalam rapat umum maupun rapat terbatas, baik dilakukan secara kolektif maupun individual, baik dalam situasi resmi maupun tak resmi. Bahkan amat sangat ramainya hal demikian di media sosial tanpa batas. Hal itu seringkali berujung pada pertikaian baik fisik maupun psikis.

Menyikapi kondisi demikian, sebagai muslim, kita tentu berkewajiban untuk mendamaikan perseteruan di antara mereka. Jangan sekali-kali kita mengadu domba, memprovokasi mereka, atau memihak salah satu dari mereka dan ikut melancarkan olokan, hinaan, dan cacian. Semua itu tentu akan menimbulkan pertikaian yang lebih besar lagi. Oleh karena itu, janganlah kita mengolok-olok suatu kaum sebab boleh jadi kaum yang kita olok-olok itu justru lebih baik dari kita. Ingatlah firman Allah dalam Alquran surat Alhujurat ayat 11 yang berbunyi:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّنْ قَوْمٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُوْنُوْا خَيْرًا مِّنْهُمْ 

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain karena boleh jadi mereka yang diolok-olok lebih baik dari mereka yang mengolok-olok. 

Hadirin Sidang Jumat Rahimakumullah,

Sisi yang lain yang lebih berbahaya lagi dalam menghadapi pesta demorkasi adalah maraknya isu dan prasangka-prasangka buruk yang mengarah pada fitnah. Lebih-lebih ketika seseorang itu ingin mendapat pujian dan kekuasaan, maka orang tersebut akan melakukan tindakan-tindakan yang sangat keji yaitu melakukan fitnah untuk menjilat atasannya seperti mencari-cari sisi kesalahan dan kelemahan orang yang cukup baik tanpa melihat dirinya sendiri yang banyak cacat, menciptakan isu makar dan tidak loyal serta membuat laporan palsu pada atasannya meskipun dirinya juga sering menipu atasannya serta banyak melakukan kesalahan. Mereka rela mengorbankan nilai persaudaaraan atau pertemanan demi sebuah jabatan atau kekuasaan atau sekadar untuk menyenangkan dan menjilat atasan. 

Kita harus ingat para hadirin, bahwasannya  kita dilarang untuk berprasangka buruk pada sesama muslim yang lain sebab berprasangka buruk itu akan menimbulkan dosa apalagi yang mengarah pada fitnah niscaya dosanya pun kian besar bahkan lebih besar daripada melakukan pembunuhan. Tentang prasangka, mencari kesalahan orang lain, dan menggunjing  ini Allah telah menegaskan dalam Alquran surat Alhujurat ayat 12 yang berbunyi:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ 

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian dari prasangka itu dosa dan janganlah kamu sekali-kali mencari kesalahan orang dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain.

Adapun tentang fitnah Alquran pun menegaskan bahwa dosa fitnah itu lebih besar dari pada tindakan pembunuhan. Oleh karena itu para hadirin, bila kita melihat saudara-saudara dan teman-teman kita melakukan tindakan nista semacam itu maka kita harus menasehatinya, mengingatkannya, dan mengajaknya ke jalan yang benar. Lebih-lebih lagi jika dari perbuatannya itu menimbulkan pertikaian baik secara individual maupun kolektif maka damaikanlah sebab sesama muslim itu  bersaudara. Allah berfirman dalam Alquran Surat Alhujurat ayat 10 yang berbunyi:

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ

Artinya: Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara maka damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.

Hadirin Sidang Jumat Rahimakumullah,

Selain menjaga ukhuwah Islamiyah, basyariah, dan wathoniyah dalam menyambut pesta demokrasi sebagai muslim kita pun harus bertanggung jawab pada Allah dalam mengelola sesama manusia dan alam semesta. Oleh karena itu, kita harus berusaha memilih tokoh-tokoh yang terbaik. Siapakah tokoh-tokoh itu para hadirin?. Jawabnya adalah tokoh-tokoh yang bertakwa  kepada Allah dan taat pada Rasulnya. Yaitu tokoh-tokoh ideal yang mempunyai karakter sebagaimana Rosulullah, yakni shiddiq, amanah, tabligh, dan fathonah.

Hadirin sidang Jumat yang dimuliakan Allah.

Karakter yang pertama pemimpin ideal adalah sifat shiddiq artinya berpegang teguh pada prinsip kebenaran dan atau kejujuran.

Karakter kedua adalah Amanah artinya pemimpin itu dapat dipercaya rakyat yang dipimpinnya yakni berjuang untuk kemakmuran bangsanya.

Karakter ketiga adalah tabligh, artinya menyampaikan firman Allah dengan sebenar-benarnya. Maksudnya, bahwa figur pemimpin tersebut senantiasa menyampaikan ketentuan-ketentuan, aturan-aturan yang benar, dan selalu mengajak kepada manusia untuk berbuat kebajikan dan menjunjung tinggi nilai moral dan agama.

Adapun karakter keempat adalah Fatonah, artinya cerdik atau pandai. Kepandaian yang dimaksud menyangkut beberapa seg,i baik kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan sosial, sampai kecerdasan spiritual. Sebab dengan kecerdasan-kecerdasan tersebut dapat dipastikan mereka akan mampu memikirkan, merencanakan, melaksanakan, dan menghayati tugas-tugasnya untuk mengatur alam semesta, negara, dan manusia. Karena dengan keempat kecerdasan tersebut mereka tentu menjadi peka terhadap persoalan negara, bangsa, dan agama.

Hadirin Rahimakumullah,

Akhirnya sebagai penutup khutbah yang pertama ini, saya mengajak kepada hadirin untuk senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan cara menggalang persaudaraan muslim, persaudaraan kemanusiaan, dan persaudaraan kebangsaan untuk suksesnya pesta demokrasi yang sangat penting bagi lajunya negeri kita tercinta sehingga pesta rakyat tersebut menjadi pesta yang indah, sejuk, dan damai. Oleh karena itu, kita wajib memilih figur-figur yang terbaik dari kader-kader bangsa yang ada. Akhirnya, marilah kita berdoa kepada Allah, agar negeri ini menjadi negeri yang aman, damai, dan sejahtera; baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur. Amin ya Robbal ‘alamin.

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here