Maulid Nabi Pembangkit Semangat Muslim

0
200

img-20161205-wa0006

Kangkung pcnukendal.id – Lembaga Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor PR GP Ansor Desa Tanjungmojo mengadakan kegiatan Safari Maulid. Kegiatan itu diadakan untuk menyambut Maulud Rasul yang jatuh tiap tanggal 12 Rabi’ul Awal. Agenda tersebut dilangsungkan mulai Rabu malam Kamis tanggal 1 Robiul Awal 1438 H yang bertepatan dengan malam 1 Desember 2016. Safari Maulid dilaksanakan tiap pukul 20.00 wib (Ba’da Isya) di Masjid dan musholla-musholla yang berada di wilayah Desa Tanjungmojo secara bergiliran.

Kegiatan maulid dilaksanakan sebagai gerakan budaya untuk menangkal gerakan paham radikal. Hal ini sesuai apa yang disampaikan Achmad Mustofa, ketua ranting ansor saat rapat kordinasi persiapan tehnis pelaksanaan safari maulid.

“Safari ini juga bertujuan untuk menguatkan tali silaturrahim. Agar Ansor bertambah dekat dengan masyarakat,” tutur Mustofa.

Safari maulid diisi dengan pembacaan maulid nasyar dan dilanjut dengan Mauidhlotul Hasanah yang bertajuk bedah kitab. Subchan, ketua Rijalul Ansor, mengatakan bahwa pemahaman tentang kisah perjalanan hidup dari Nabi Muhammad sangat penting untuk dikaji bersama.

“Tujuanya adalah menambah mahabbah kita kepada Rasulullah Saw,” jelas Subchan.

Safari Maulid yang dimotori oleh Ansor tersebut mendapat apresiasi dari pemerintah desa. Itu ditunjukkan dengan hadirnya kepala desa tiap malam acara maulid dilaksanakan.

“Mauludan ini merupakan upaya yang sangat baik untuk menurunkan rahmat Allah swt untuk desa,” tutur Sugiyono selaku kades Tanjungmojo.

Safari Maulid Pertama

Safari Maulid tersebut merupakan yang pertama kali dicoba oleh GP Ansor. Beberapa kendala sempat muncul ketika acara dilaksanakan. Ketika malam pertama maulid yang bertempat di masjid Baitul Mu’minin Tanjungmojo, keteguhan peserta diuji dengan kondisi cuaca kurang mendukung. Hujan-grimis ditambah listrik padam menandai awal safari maulid. Tetapi masyarakat tetap antusias dating. Lampu yang padam pun bisa diatasi dengan bantuan mesin desel yang sudah stand by di masjid.

Semangat untuk terus menjalankan agenda tersebut dipompa oleh Kyai Muhammad Rofwan selaku Rois Syuriah MWC NU Kangkung. Beliau mengisi mauidhoh malam pertama Safari Maulid. Dalam uraiannya, Kyai Rofwan menjelaskan bahwa Maulid Nabi merupakan wujud syukur nikmat dan terima kasih kepada Allah Swt.

“Manusia, tumbuhan, hewan, alam semesta ini diciptakan karena ada Nur Muhammad,” terang sesepuh NU Kangkung tersebut.

Dihadapan anggota Ansor yang hadir, kyai Rofwan juga memotivasi agar Ansor selalu menjadi garda terdepan untuk siar dan dakwah Islam Aswaja.

“Kisah keteladanan tentang semangat rela berkorban Rasulullah. Beliau menjadi penolong kaum muhajirin yang hijrah meninggalkan tanah kelahirannya di Makah untuk mengikuti perintah Allah dan Rasul-Nya. Kaum Ansor yang berasal dari suku Aus dan Khazraj di Madinah dengan suka rela berbagi makanan, pakaian, tempat tinggal, ternak, sawah dan ladang bahkan berbagi keahlian, juga bisa menjadi inspirasi umat muslim,” lanjut Kyai Rofwan.

img-20161205-wa0005

Maulid Bangkitkan Semangat

Senada dengan Kyai Rofwan, dalam kesempatan berikutnya, di Masjid Darussalam Balun (4/12), Safari Maulid menghadirkan Gus Mufton, pengasuh ponpes Syafi’iyyah Syalafiyah Gebanganom Wetan. Beliau sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Kyai Mufton menuturkan bahwa Safari adalah gerakan yang sangat positif untuk mengawal tradisi.

Lebih jauh kyai muda tersebut menandaskan bahwa safari maulid dapat menambah semangat kaum muslim.

“Asal muasal dari peringatan maulid dicetuskan oleh Solahudin al Ayyubi untuk membangkitkan semangat umat Islam ketika menghadapi perang salib,” jelas Gus Mufton.

Maka, lanjutnya, dalam konteks gerakan pemuda Ansor, semangat ini yang harus terus disemai agar pemuda Ansor meneladani sifat dan karakter dari Nabi Muhammad.

“Tawadhu’, rendah hati, andap asor yang selalu ada pada pribadi Rasulullah Saw harus tetap diusahakan oleh setiap anggota Ansor,” nasehat Gus Mufton tersebut.

Lebih lanjut Gus Mufton berpesan, agar ansor tidak segan-segan duduk bersama siapa saja, tidak pandang bulu. Hal itu bisa menjadikan Ansor bisa diterima oleh semua kalangan dan lapisan masyarakat. Meskipun terkadang ada banyak tantangan, rintangan, hinaan, hingga cacian.

“Karena dalam setiap perjuangan, tidak ada sejarahnya bahwa perjuangan itu enak,” tegasnya. (Fatwaelmust/Zubair)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here