MANU 09 DARUSSA’ADAH ROWOSARI, SEMARAKKAN ISRA’ MI’RAJ

0
96

dar1

Rowosari, nukendalonline. Ratusan pengunjung memadati halaman Madrasah Aliyah Darussa’adah Bulak Rowosari menghadiri peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW tahun 1437 H pada Rabu pagi (4/5). Mereka adalah para siswa, wali murid, pengurus yayasan, komite, tenaga pendidik dan kependidikan, juga masyarakat sekitar.

Seperti layaknya Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) sebelumnya, acara diawali dengan pembukaan, pembacaan tahlil, sambutan-sambutan, mauidhah hasanah, dan ditutup dengan do’a. Namun, pada 2016 ini rangkaian acara sedikit berbeda dengan menambahkan tarian Nusantara. “Ini agar para peserta didik mampu menggali budaya nusantara juga memahami maksud tarian ini,” terang Ali Asa selaku panitia penyelenggara.

“Juga untuk mengasah kearifan lokal masuknya islam dengan mengeksplorasi budaya di nusantara termasuk tari-tarian,” tambah Ali Asa.

Rangkaian Isra’ Mi’raj yang dibarengkan HUT 11 MA Darussa’adah kali ini ditutup dengan berbagai tarian nusantara dari para siswa-siswi. Diantaranya, adalah tari saman dari Gayo Aceh Selatan. Di Aceh, tarian ini selalu ditampilkan dalam peringatan PHBI termasuk peringatan Isra’ Mi’raj dan Maulid Nabi Muhammad SAW. Tarian ini juga ditetapkan sebagai Daftar Representatif Budaya Tak Benda Warisan manusia dalam Sidang ke-6 Komite Antar-Pemerintah untuk Pelindungan Warisan Budaya Tak benda UNESCO di Bali, 24 November 2011.

Dilanjutkan dengan tari kuda lumping sebagai refleksikan semangat heroisme dan aspek kemiliteran sebuah pasukan berkuda atau kavaleri. Hal ini terlihat dari gerakan-gerakan ritmis, dinamis, dan agresif, melalui kibasan anyaman bambu, menirukan gerakan layaknya seekor kuda di tengah peperangan. Ini dimaksudkan untuk mencambuk semangat perjuangan menegakkan Islam ala ahlissunnah wal jama’ah.

dar2

Rangkaian gelar eksplorasi budaya pada Isra’ Mi’raj ditutup dengan tari Cublek-cublek Suweng sebagai representasi capaian kepribadian seorang individu dengan sikap “kopong”. Kopong diartikan sebagai ketulusan tanpa pamrih dalam setiap perbuatan sesuai dengan bidang masing-masing.

Acara berlangsung meriah tanpa mengurangi ruh pengajian Isra’ Mi’raj yang sedang diperingati. Rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 12.00 WIB dengan pembacaan do’a oleh Kyai Ahmad Mundziri. “Dengan rangkaian PHBI yang dikemas dengan eksplorasi budaya nusantara diharapkan para peserta didik dapat menjaga hasanah kekayaan budaya dan mampu merefleksikan sikap tulus dalam kehidupan sehari-hari.” Terang Kepala MA Darussa’adah Moh. Musta’in melalui Waka Kurikulum Siti Umnah. (Sis Maulana/Fahroji).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here