MAKAR TERHADAP NEGARA : Inspirasi Dari Kaum Yahudi Dan Jahiliyah

0
287

Makar adalah suatu tindakan yang membuat pemerintah tidak dapat menjalankan fungsi dan tugasnya sesuai undang-undang. Tindakan makar menurut pasal 107 KUHP terdiri dari 4 macam yaitu tindakan makar terhadap pemerintah, makar terhadap wilayah makar terhadap ideologi, dan makar terhadap Kepala Negara. Makar dalam perspektif hukum Islam disebut sebagai jarimah atau jinayat, di mana pelakunya harus diberi hukuman berat. Jadi, makar adalah suatu perbuatan jahat yang dilarang oleh syariat.

Dahulu makar itu dilakukan oleh kaum Yahudi yang ingin membunuh Nabi Isa AS, kemudian aksi makar mereka digagalkan oleh Allah dengan merubah wajah salah satu mereka menjadi seperti Isa lalu dibunuh oleh mereka, dan mereka menganggap bahwa yang dibunuh adalah Isa padahal bukan Isa. Hal tersebut dijelaskan dalam surat Ali Imran ayat 52 – 54 :

فَلَمَّا أَحَسَّ عِيسَى مِنْهُمُ الْكُفْرَ قَالَ مَنْ أَنْصَارِي إِلَى اللَّهِ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ نَحْنُ أَنْصَارُ اللَّهِ آَمَنَّا بِاللَّهِ وَاشْهَدْ بِأَنَّا مُسْلِمُونَ (52) رَبَّنَا آَمَنَّا بِمَا أَنْزَلْتَ وَاتَّبَعْنَا الرَّسُولَ فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ (53) وَمَكَرُوا وَمَكَرَ اللَّهُ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ (54)

“Maka tatkala `Isa mengetahui keingkaran mereka [Bani Israil] berkatalah dia: ‘Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk [menegakkan agama] Allah?’ Para hawariyyun [sahabat-sahabat setia] menjawab: ‘Kamilah penolong-penolong [agama] Allah. Kami beriman kepada Allah, dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri. (QS. 3:52) Wahai Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan kami telah mengikuti Rasul, karena itu masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi [tentang keesaan Allah.’ (QS. 3:53) Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.” (QS. 3:54)

Kaum Quraisy di Makkah yang menyandang titel “Jahiliyah” melakukan “makar” karena ingin membunuh atau mengusir Nabi Muhammad SAW dari Makkah. Tetapi rencana makar mereka digagalkan oleh Allah Ta’ala, sebagaimana dalam ayat berikut :

وَإذْ يَمْكُرُ بِكَ الَّذِينَ كَفَرُواْ لِيُثْبِتُوكَ أَوْ يَقْتُلُوكَ أَوْ يُخْرِجُوكَ وَيَمْكُرُونَ وَيَمْكُرُ اللّهُ وَاللّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ ، الأنفال30

Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan tipu daya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu, atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya.” (QS. Al-Anfaal: 30)

Tindak pidana makar masuk ke dalam rumpun kejahatan terhadap keamanan Negara. Secara teoritis, makar yang dikenal oleh umum adalah makar yang ditujukan ke dalam negeri yang dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu makar terhadap keselamatan Presiden dan Wakil Presiden, terhadap wilayah Negara, dan terhadap pemerintahan. Ketiga perbuatan ini diatur dalam Pasal 104, Pasal 106, dan Pasal 107 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)

Bentuk tindak pidana yang tepat dalam konteks kudeta adalah makar untuk menggulingkan pemerintahan seperti yang diatur dalam Pasal 107 KUHP yang berbunyi :

“(1) Makar dengan maksud untuk menggulingkan pemerintah, diancam dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun.

(2) Para pemimpin dan pengatur makar tersebut dalam ayat 1, diancam dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara sementara paling lama dua puluh tahun.”

Oleh karena “Makar” itu secara hukum fiqih Islam dan secara aqidah-ideologis tidak sesuai dengan faham Ahlussunnah Waljamaah, maka jam’iyyah Nahdlatul Ulama melarang warganya agar tidak terlibat di dalamnya. Dan NU selalu menggelorakan ajakan kepada masyarakat bangsa ini untuk selalu menjaga keutuhan ummat Islam dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Muhammad Danial Royyan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here