MADRASAH BENTENG MORAL GENERASI NU

0
75

IMG-20160422-WA0026

Kangkung, nukendalonline. Diantara beberapa hal yang menyebabkan doa kita sulit di ijabah oleh Allah Swt adalah manakala kita percaya dan mengetahui keberadaan  Allah, namun sering kali kita tidak memenuhi hak-hak Nya sebagai sang Pencipta. Banyak orang yang membaca al Qur’an bahkan menghafal, namun masih jarang yang mau melaksanakan isi al Qur’an. Setidaknya itu penggalan uraian kajian kitab Durotun Nasihin dalam acara KKM PMWC RMI Kecamatan Kangkung (jumat, 22/4).

Dihadapan sejumlah kepala dan ustadz MDA-MDW se kecamatan Kangkung, KH. Muhlisin memaparkan bahwa problem umat saat ini adalah krisis moral. Terbukti sekarang murid kurang tawadhu’ pada ustadz. Kebanyakan orang menganggap para kyai seperti jaran eblek (baca: jaranan). “Dipakai saat di butuhkan, jika tidak di butuhkan hanya di canthelke”, tutur mubaligh dari Sendangkulon itu.

 Masih menurut kyai  Muhlisin, dalam agenda selapanan PMWC RMI Kangkung yang digelar di Gedung MDA NU 21 Roudlotul Mutaallimin sore itu bahwa guru madrasah harus terus berikhtiyar untuk memperbaiki  masyarakat, terutama anak didiknya. Anomali-anomali yang mewabah dalam tingkah laku keseharian masyarakat kita, sering kali bertentangan dengan ajaran Rasulullah saw, sehingga berakibat doa kita di “cuweki” oleh Allah.

20160422_150046

Dalam kitab kuning karya Usman bin Hasan Ahmad Syakir al Khubwi dituliskan matinya hati, yang disebabkan hal-hal berikut :

  1. berikrar sebagai musuh setan, tetapi mengikuti tingkah laku setan.
  2. mengaku senang dengan Surga, namun tidak berusaha menuju jalan ke sana.
  3. berteriak sebagai umat Nabi Muhammad, tetapi tidak ikut Rasulullah Saw.
  4. mengaku takut neraka, akan tetapi justru melemparkan diri sendiri ke jurang neraka.
  5. sadar bahwa mati itu pasti datang, tapi tidak mau mempersiapkan kematian.
  6. menyibukkan diri mencari aib dan kejelekan orang lain.
  7. kurang bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah Swt.
  8. tidak mengambil pelajaran dari peristiwa kematian.

Sementara itu ustadz Nur Salim dalam sambutannya  mengatakan bahwa melalui madrasah inilah harapan untuk tetap berikhtiyar agar moralitas yang di ajarkan Rasulullah, sahabat, tabi’in, para ulama salaf dan kyai pesantren tetap membumi di tanah air. Madrasah harus terus berbenah, peningkatan sarana dan kualitas pembelajaran harus terus diupayakan. “Gedung baru MDA NU 21 Roudlotul Muta’allimin yang selesai di bangun selama 4 bulan, menjadi wujud kepedulian masyarakat Nokerto Sendangdawung”, tegasnya.

 Lebih lanjut Nur Salim, menambahkan, bahwa gedung ini bisa berdiri atas kerja keras, dan gotong royong baik dana maupun material dari semua warga. “Tukangnya juga tidak mau dibayar”, tegasnya.

Sementara itu, Nur Fatoni, memaparkan bahwa forum KKM menjadi ajang silaturahmi, dan komunikasi antar madrasah. “Koordinasi pengurus RMI dengan kepala madrasah dalam rangka menjalankan madrasah sore, agar visi misi mda terwujud”, terang pengurus baru RMI tersebut.

Masalah-masalah terkait pelaksanaan ujian akhir madrasah yang meliputi, pra UAM, ujian praktek, pengawas ujian juga dibahas di acara lain-lain yang di pandu oleh Mustain, SHI. (elmust/Fahroji)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here