LUQMAN Al-HAKIM DAN SEEKOR KELEDAI

0
45

oleh : H. Mohammad Danial Royyan

Luqman al-Hakim (Luqman Ahli Hikmah, wisdom atau filsafat) adalah orang yang disebut dalam Al-Qur’andalam surah Luqman [31]:12-19 yang terkenal karena nasihat-nasihatnya kepada anaknya. Ibnu Katsir berpendapat bahwa nama panjang Luqman ialah Luqman bin Unaqa’ bin Sadun. Sedangkan asal usul Luqman, sejumlah ulama berbeda pendapat. Ibnu Abbas menyatakan bahwa Luqman adalah seorang tukang kayu dari bangsa Habsyi. Riwayat lain menyebutkan ia bertubuh pendek dan berhidung mancung dari bangsa Naubah, dan ada yang berpendapat ia berasal dari Sudan. Ada pula yang berpendapat Luqman adalah seorang hakim atau failasuf pada zaman nabi Daud AS.

Dikisiahkan dalam sebuah riwayat, bahwa pada suatu hari Luqman al-Hakim telah memasuki pasar untuk membeli seekor keledai. Keluar dari pasar dia mengendari keledainya, sedangkan anaknya mengikutinya dari belakang. Melihat tingkah laku Luqman itu, orang-orang berkata, “Lihat itu orang tua yang tidak bertimbang rasa, dia mengendari keledai, sedangkan anaknya dibiarkan berjalan kaki.” Setelah mendengarkan desas-desus dari orang-orang tersebut maka Luqman pun turun dari keledainya itu lalu dinaikkan anaknya di atas keledai itu. Melihat keduanya, maka orang-orang pun berkata pula, “Lihat orang tuanya berjalan kaki sedangkan anaknya enak-enakan menaiki keledai itu, sungguh kurang ajar anak itu.”

Setelah mendengar kata-kata itu, Luqman pun naik ke punggung keledai itu bersama anaknya. Kemudian orang-orang berkata lagi, “Lihat itu dua orang menaiki seekor keledai, mereka sungguh menyiksa keledai itu.” Karena tidak suka mendengar percakapan orang, Luqman dan anaknya turun dari keledai itu, kemudian terdengar lagi orang berkata, “Dua orang berjalan kaki, dan keledai itu nganggur tidak dikendarai.”

Dalam perjalanan pulang, Luqman al-Hakim menasihati anaknya mengenai sikap manusia dan ucapan-ucapan mereka. Ia berkata, “Sesungguhnya tidak ada seseorang pun yang lepas dari ucapannya. Maka orang yang berakal tidak akan mengambil pertimbangan kecuali kepada Allah Sang Mahabenar. Siapa pun yang mengenal kebenaran, maka kebenaran itulah yang menjadi pertimbangannya.”

Kemudian Luqman al-Hakim berpesan kepada anaknya, “Wahai anakku, carilah rezeki yang halal agar kamu tidak menjadi fakir. Sesungguhnya orang fakir itu akan mengalami tiga persoalan:

1. tipis keimanan dalam agamanya

2. lemah akalnya sehingga mudah tertipu dan

3. hilang kepribadiannya.

dan jangan sekali-kali merendahkan orang lain dan menganggap ringan urusan orang lain.”

iklanweb

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here