Lomba Barzanji dan Pengajian Ramaikan Maulid Nabi di Jungsemi

0
420

Kangkung pcnukendal.id – GP Ansor Ranting Jungsemi bersama Remaja Musholla Darussalam (RADAR) mengadakan Musabaqoh Tilawah Albarzanji dan Pengajian umum. Acara tersebut diselenggarakan pada Jum’at-Sabtu (9-10/12) di Musholla Darussalam RT 01 RW 03. Agenda itu digelar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Musabaqoh Tilawah Albarzanji dilaksanakan pada Jum’at siang. Lomba itu diikuti para remaja dan anak-anak desa Jungsemi yang mengaji di Majelis Ta’lim desa Jungsemi. Ada 14 kelompok yang berkompetisi untuk menjadi yang terbaik dalam lomba tersebut. Masing-masing kelompok terdiri dari 5 orang.
Musabaqoh berlangsung cukup meriah. Satu persatu peserta lomba menunjukkan kemampuan mereka dalam membawakan lagu-lagu salawat dan membacakan sejarah nabi Muhammad Saw dalam kitab al-Barzanji.
Para peserta itu memperebutkan piala dan sejumlah uang pembinaan telah disediakan panitia bagi pemenang lomba ini. Tampil sebagai pemenang, Majelis Ta’lim Darussalam Tim Satu sebagai juara 1. Adapun juara 2 diraih oleh Majlis Taklim Darussalam Tim Dua dan juara 3 diraih oleh tim anak-anak dari Majelis Taklim Al-Hidayah.

Pada Sabtu malam (10/12), peringatan maulid Nabi Muhammad saw dilaksanakan dengan mengadakan pengajian umum di halaman Musholla Darussalam. Ustadz Kamsudi selaku ketua panitia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi atas terselenggara rangkaian acara peringatan maulid Nabi Muhammad saw ini. Ia juga berharap, peringatan ini bisa menjadi wadah silaturrahim warga desa Jungsemi dan dapat meningkatkan kecintaan warga kepada Rasulullah Saw.
“Semoga kita yang hadir dapat senantiasa berupaya menjadi umat nabi Muhammad saw yang meneladani ahlak dan kehidupan Rasulullah Saw,” tutur Kamsudi.
Dalam pengajian itu, Kyai Muslim Muhtadi dari Patebon hadir memberikan mauidhoh hasanah. Para hadirin tampak khidmat mendengarkan tausiyah yang sesekali diselingi qasidah dan salawat grup rebana Nahdlatus Syubban.
Dalam tausiahnya, Kyai Muslim menyampaikan beberapa hikmah yang bisa dipetik dari mencintai Rasulullah dan memperingati maulid Nabi Muhammad Saw. Beliau juga menyampaikan agar warga NU senantiasa melestarikan tradisi NU seperti peringatan maulid Nabi.
“Bila masih ada yang menganggap maulid Nabi itu sesat dan musyrik, berarti dia ngajinya, mondoknya kurang lama,” tegas kyai Muslim. (Mufty/Zubair)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here