LBM MWC NU Sukorejo Bahas Imam Salat Tertidur

0
171

Sukorejo, pcnukendal.com – Lembaga Bahtsul Masail (LBM) MWC NU Sukorejo akan membahas kasus imam jama’ah salat subuh setelah tahiyat tertidur sehingga tidak kunjung salam. Pembahasan dilakukan dalam acara Selapanan Ahad Kliwon MWC NU Sukorejo yang akan dilaksanakan di Masjid Dusun Ngaglik Desa Pesaren, Sukorejo, Ahad (2/8) besok.

Ketua LBM MWC NU Sukorejo, kiai Zaenuri Mahdum mengatakan tiap tiga bulan sekali LBM diminta mengisi acara selapan Ahad Kliwon MWC NU Sukorejo. Bahtsul masail besok akan mengangkat kasus yang terjadi di Ranting Bringinsari, dimana di suatu musala didapati dalam jama’ah salat subuh setelah imam duduk tahiyat, setelah ditunggu agak lama tidak kunjung membaca salam, karena tertidur.

Lebih lanjut Zainuri menjelaskan, yang menjadi pertanyaan dalam kasus tersebut adalah: “Apa yang harus dilakukan makmum dalam menghadapi situasi tersebut?”. Sedangkan pertanyaan kedua Zaenuri menambahkan, “Bagaimana status hukum salatnya imam?”.

Materi lain yang diagendakan dalam bahtsul masail besok adalah “Bagaimana hukum memberi zakat dari bagian sabilillah kepada guru agama yang sudah ASN, yang notabene sudah mendapat gaji dari pemerintah”. Sedangkan agenda terakhir adalah “Bagaimana hukum memberikan zakat untuk gedung MWC NU yang masih butuh dana”.

Undang Pondok Pesantren

Berbeda dengan dua bahtsul masail sebelumnya yang hanya melibatkan utusan ranting, bahtsul masail besok direncanakan menghadirkan utusan pondok pesantren yang tergabung dalam asosiasi pengasuh pondok pesantren Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) MWC NU Sukorejo.

Ketua MWC NU Sukorejo, Fahroji mengatakan selapanan rutin Ahad Kliwon keliling di 18 ranting untuk putaran kedua diadakan inovasi kegiatan, yakni tiap tiga bulan sekali diisi bahtsul masail. Hal ini dilakukan untuk memberi ruang gerak bagi LBM agar bisa eksis sekaligus mencari bibit baru untuk pengkaderan figur syuriyah di masa mendatang.

“Alhamdulillah dua kali bahtsul masail sebelumnya antusias, peserta semakin meningkat,” ujarnya.

Ditambahkan Fahroji, meskipun Selapanan Ahad Kliwon diisi bahtsul masail, namun pembahasan pelaksanaan program kerja dan organisasi serta informasi aktual tetap ada.

“Jika dibutuhkan kita buka rapat terpisah. Untuk pertemuan besok masih fokus penyelesaian pembentukan pengurus Lazisnu Ranting,” pungkasnya. (Fikri)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here