LAILATUL IJTIMA’, NU TEGOREJO HIMPUN ZAKAT

0
51

pegandon

Pegandon, NUKendal Online. Pengurus NU Ranting Tegorejo, Jum,at (8/4),  mengadakan acara rutin bulanan Lailatul Ijtima’ di Musholla  Kyai Rusdi Tegorejo. Lailatul Ijtima’ dimulai dengan kegiatan  istighotsah dan tahlil. Usai Istighotsah dan tahlil acara  diisi dengan rapat persiapan teknis penghimpunan zakat.

Ketua  Pengurus Ranting NU Tegorejo, Mudhofir,  menyampaikan bahwa potensi zakat di kalangan nahdliyin sangat besar jika dikelola dengan baik. Kebanyakan orang sudah tahu zakat itu wajib, tapi berat untuk dilaksanakan, oleh karena itu butuh tekad dan kesungguhan untuk melaksanakannya. Zakat adalah cara Allah untuk menumbuhkan ikatan rasa kasih sayang bagi sesama. Selain untuk membersihkan harta, zakat juga diperuntukan untuk menciptakan kedamaian di masyarakat.

 “Oleh karenanya, saya sengaja menghadirkan team Lazisnu cabang Kendal untuk memberikan arahan tehnis, bagaimana Lazisnu Ranting Tegorejo yang baru terbentuk 15 Maret 2016 lalu bisa berjalan.” papar Mudhofir.

“Perlu ditumbuhkan kesadaran bahwa harta orang kaya itu sebagian milik orang miskin yang dititipkan kepada orang kaya.” tegasnya

Mengingat arti penting dari zakat tersebut, warga NU melalui Lazisnu harus segera bergerak.  Kepedulian muzakki kepada mustahik ini yang membawa keberkahan dan kedamaian hidup, imbuh Dhofir.

Sementara pengurus LAZISNU kendal , Kozin,  saat di minta untuk bercerita tentang pengalamannya menjalankan Lazisnu di desa Jungsemi Kecamatan Kangkung, menjelaskan bahwa langkah awal harus mengumpulkan tokoh masyarakat, kyai-kyai, seluruh banom NU untuk duduk bersama. Bahkan jika perlu orang-orang yang berpengaruh di masing-masing RT/ RW.

Senada dengan Kozin, Mustofa, mengatakan bahwa sosialisasi sangat menentukan berhasil tidaknya kerja Lazisnu. Menurut Mustofa,  bahwa Panzis  atau  Lazisnu di desanya sudah berjalan kurang lebih 15 tahun. Agenda rutin terkait dengan Panzis sebanyak 2 kali dalam setahun . Yakni, Santunan yatim piatu dan sunatan massal, khusus dilaksanakan pada bulan Muharram.

Sedangkan penghimpunan zakat mal (padi) dilaksanakan setelah panen raya sekitar bulan April sampai Mei. Program sosial tersebut bisa berjalan rutin setiap tahunnya karena sudah menjadi adat kebiasaan masyarakat, yang diprakarsai oleh GP Ansor Tanjungmojo sejak 2000 silam.

“Sistem administrasi serta pelaporan juga harus di buat sejelas mungkin, agar kepercayaan masyarakat dapat terjaga”, pungkas Mustofa (Fahroji)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here