Kyai Muhlis: Haul Sarana Penangkal Radikalisme

0
303

img-20161204-wa0001

Kangkung, pcnukendal.id – Pengurus NU ranting Truko Kec. Kangkung kab. Kendal mengadakan acara haul akbar sesepuh desa Truko yang telah mendahului mereka. Agenda itu diadakan pada Ahad, (4/12). Acara tahunan itu bertempat secara bergantian di antara dusun-dusun yang ada di Truko. Pada tahun ini, haul itu diadakan di Dusun Teguhan.

Di antara sesepuh yang dihauli adalah Kiai Teguh. Menurut penuturan masyarakat, beliau adalah pembubak dukuh Taguhan dan pendiri Masjid yang ada di Teguhan. Salah satu peninggalan beliau yang sampai sekarang masih dimanfaatkan masyarakat sekitar adalah sumur. Pada umumnya, sumur berbentuk silinder. Tetapi sumur peninggalan Kiai Teguh berbentuk segi empat. Masyarakat percaya, dengan izin Allah, air sumur tersebut bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Syaratnya, minum dan mandi di sumur tersebut dilakukan pada hari Jum’at Kliwon.

Ahmad Khoiron, selaku Ketua MWC NU Kangkung dan Ketua BPD Truko, mengatakan bahwa pihak desa akan mengupayakan agar sumur peninggalan kyai Teguh bisa menjadi destinasi wisata religi di desa Truko. Menurut Khoiron, sumur masjid Teguhan bisa jadi obyek wisata religi yang cukup bisa menjadi harapan masyarakat Truko pada umumnya dan dusun Teguhan khususnya.

img-20161204-wa0002

Lebih jauh, Khoiron juga menghimbau kepada masyarakat agar tradisi haul, juga tahlilan, Maulid Rasul dan manaqiban agar dilestarikan. Hal itu karena budaya tersebut bisa menjadi sarana pendidikan generasi penerus desa Truko. ,

“Agar anak- anak kita kedepannya bisa menjadi anak soleh dan solehah, dan tidak mempunyai pemahaman Islam yang radikal,” tutur Khoiron.

Dalam haul tersebut, hadir K.H. Muhlis Musyafa dari Kampir, Sudipayung sebagai pembicara. Beliau menuturkan bahwa haul adalah tradisi NU yang sangat penting untuk dilestarikan. Menurutnya, haul bias menjadi sarana pendidikan anak-anak dan sarana pembelajaran birulwalidain.

“Tidak seperti Islam di perkotaan yang sebagain bertemperamen radikal dan jauh dari rasa hormat pada sesepuh. Karena itu haul merupakan wahana pendidikan yang insyaallah mampu menangkal radikalisme,” punkas Kyai Muhlis. (Makhrus/Zubair)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here