Kyai Djazuli: Sholawat Harus Dilakukan Tiap Waktu

0
432

Patebon pcnukendal.id – Pada suatu saat, Rasulullah berbincang dengan Siti Aisyah. “Sungguh celaka!” kata Beliau. Aisyah pun menjawab, “Siapa yang celaka, wahai Rasulullah?”

“Orang yang pelit,” jawab Rasulullah. “Siapa itu orang yang pelit?” timpal Aisyah. “Yaitu orang yang tidak membaca shalawat ketika namaku disebut.” Tegas Rasulullah.

Kisah tersebut dipaparkan oleh Kyai Djazuli Munajat dari Cepiring, ketika mengisi pengajian dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw di Masjid Al-Musthofa Pidodowetan kecamatan Patebon. Agenda itu diadakan pada Ahad (11/12) malam. Ratusan masyarakat Pidodowetan ikut meramaikan acara tersebut.

Kyai Djazuli melanjutkan, pembacaan sholawat harus dilakukan tiap waktu, tidak hanya pada bulan maulid. Rasulullah, terang Kyai Djazuli, sangat mencintai umatnya. Bahkan kelak, ketika Rasulullah menjadi orang yang pertama kali dibangkitkan dari kubur, hal pertama yang diingat beliau adalah umatnya. Karena itu, umat Islam harus mencintai nabinya seperti Nabi Muhammad yang mencintai umatnya. Hal itu bisa diwujudkan dengan senantiasa membaca shalawat.

“Sahabat Abu Bakar pernah berkata, orang yang cinta tak akan pernah bosan menyebut nama orang yang dicintainya,” terang Kyai Djazuli.

KH Abdullah Said, ketua Takmir Masjid Al-Musthofa, sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia sangat senang masyarakat antusias mengikuti pengajian, meski diguyur gerimis ketika berangkat ke lokasi pengajian.

“Dengan mengikuti majelis maulid dan sholawat, semoga kita semua mendapatkan syafaat Rasulullah di Yaumil Qiyamah kelak,” harap KH Abdullah. (Zubair)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here