Kurikulum 2013, Kurikulum Kembali Khittah

0
69

Sikap PP Ma’arif NU untuk terus melaksanakan Kurikulum 2013 kembali ditegaskan oleh ketuanya Arifin Junaedi . Sebab ia berkeyakinan bahwa  kurikulum  2013  adalah baik. Bahkan menurutnya Kurikulum 2013  mencerminkan kurikulum yang kembali ke khittah pendidikan model pribumi atau pesantren.

Penegasan kembali tersebut disampaikan Arifin Junaedi saat memberi  pengarahan  kepada peserta Muskercab NU II Kendal di gedung NU Kendal jl Raya Sukarno-Hatta 299 kendal, Ahad (21/12)

Dijelaskan  oleh mantan Sekjen PBNU era Gus Dur tersebut bahwa bangsa Indonesia sebelum penjajahan Belanda datang sebenarnya sudah mempunyai model pendidikan pribumi   yang kemudian berkembang menjadi model pendidikan pesantren. Namun setelah penjajah datang, Belanda kemudian mengadopsi pendidikan model barat , dimana kepentingan Belanda sebenarnya untuk memenuhi kebutuhan anak orang Belanda agar tidak perlu mengirim anaknya sekolah ke negeri asalnya.

Ironisnya setelah Indonesia merdeka pendidikan kita masih tetap mengadopsi  model pendidikan barat sampai era reformasi berjalan dan  hasil bisa kita lihat sendiri, ahklak generasi muda hancur. Lahirnya kurikulum 2013 sebenarnya upaya mengembalikan model pendidikan kita kepada model pendidikan pribumi atau pesantren yang  sesuai dengan karakter bangsa Indonesia yang mengutamakan pembentukan karakter anak didik.

Diakuinya kelemahan kurikulum 2013 terletak pada sistem penilaian yang agak rumit sehingga sebagian kalangan pendidik mengatakan kurikulum 2013 adalah kurikulum yang ribet.

“Ribet bagi guru yang malas” tegasnya.

Sisi kebaikan dari kurikulum 2013 adalah tidak adanya pemisahan lagi antara kemampuan afektif, psikomorik maupun kognitif, sebab semuannya sudah menjadi satu kesatuan utuh.

Oleh karenanya sikap LP Ma’arif akan terus melaksanakan kurikulum 2013 di sekolah dan madrasah  di lingukungan Ma’arif.  Bagi yang sudah siap dipersilahkan  untuk jalan terus.

“Bagi yang belum siap harus disiapkan karena tahun 2019 harus sudah diterapkan” pungkas Arifin yang asli kelahiran Kendal itu.(Fahroji)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here