KUCING : BINATANG JINAK YANG DAPAT MEMBERI TAULADAN

0
69

I. Kucing memiliki tingkah laku yang dapat ditirukan oleh manusia.
Imam Syafii R.A berkata :

تعلمت من الهرة شيئين حسن السؤال وحسن المراقبة

Aku belajar dua hal dari kucing :

  1. Permintaan yang baik (kalo belum diberi tdk mau berhenti meminta)
  2. Muroqobah yang baik (kalo mau makan mencium makanannya dulu agar tidak salah telan).

Imam Syafii dengan perkataannya itu sedang mengajari kita agar dapat mengambil hikmah dari semua makhluk Alloh yang kita lihat, termasuk kucing, karena tiada makhluk yang diciptakan Alloh tanpa memiliki kebaikan yang bisa diambil manfaatnya oleh manusia.

Jika kucing itu memiliki kebaikan yang bisa ditirukan manusia, maka tidak ada salahnya untuk dilakukan. Maka kalau ada orang yang bosan berdoa, bosan berikhtiar dan kalau makan tidak meneliti makanannya dulu, apa boleh apa tidak, maka kelas orang itu di bawah kelas kucing.

II. Sahabat Nabi menyandang nama kunyah yang berhubungan dengan kucing.
Nama asli Abu Hurairah adalah Abdurrahman bin Shokhor Ad-Dausi. Kemudian dikenal dengan kunyah Abu Hurairah yang artinya “Bapak kucing kecil” karena dia menyayangi kucing. Nama kunyah adalah nama yg didahului kata abu, ummu, ibnu atau ibnatu, seperti Abu Bakar, Ummu Kulsum, Ibnu Abbas dan Ibnatu Imron. Dia berkata :

كنت أرعى غنم أهلي، وكانت لي هرة صغيرة، فكنت أضعها بالليل في شجر، فإذا كان النهار ذهبت بها معي، فلعبت بها فكنوني “أبا هريرة”.

“Dulu aku menggembala kambing keluargaku, dan aku punya kucing kecil, di waktu malam aku meletakkanya di pohon, di waktu siang aku mengajaknya pergi bersamaku, lalu aku bermain dengannya maka disebut Abu Hurairah”.

III. Seorang wanita masuk neraka karena menyia-nyiakan kucing.

 عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ دَخَلَتْ امْرَأَةٌ النَّارَ فِي هِرَّةٍ رَبَطَتْهَا فَلَمْ تُطْعِمْهَا وَلَمْ تَدَعْهَا تَأْكُلُ مِنْ خَشَاشِ الْأَرْضِ.

Dari Ibn Umar R.A. dari Nabi SAW, bersabda : “Seorang wanita masuk neraka karena kucing. Dia menyancangnya, lalu tidak memberikan makanan kepadanya dan tidak membiarkannya agar dapat makan dari serangga bumi”.

IV. Sisa kucing itu suci :
Dalam ilmu fiqih para fuqoha’ berkata :

سؤر الهرة طاهر

“Sisa kucing itu suci”. Yakni ada gelas berisi air minum dijilat kucing, maka minuman itu hukumnya suci tidak najis. Kalo sisa makanan atau minuman ulama malah barokah, karena ada maqolah :

سؤر المؤمن بركة

“Sisa orang mukmin itu barokah”.

V. Kucing mati dikuburkan.
Menabrak kucing dalam Islam secara tidak sengaja tidak menjadi persoalan dan tidak akan mengalami kesialan sebab masalah itu. Karena kucing termasuk “hayawan muhtarom” (binatang yang dihormati), maka sunnahnya dikuburkan apabila mati. Hal ini juga berlaku untuk hayawan muhtarom lain apabila mati.
Semoga bermanfaat, Amiin. (MD Royyan).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here