KISAH SYEKH AL-BALAKHI : NASEHAT KEPADA RAJA

1
27

Syekh Syaqiq Al-Balakhi ialah salah satu tokoh sufi yang disegani oleh semua ulama di Baghdad, termasuk Raja Harun Ar-Rasyid sangat menghormatinya.

Suatu saat Syekh Syaqiq bertamu ke Raja Harun Ar-Rasyid di istananya. Raja bertanya : “Engkaukah tokoh bernama Syaqiq yangg sangat zuhud itu?”. Syekh menjawab: “Ya, akulah Syaqiq, tapi aku bukanlah orang zuhud seperti yang engkau sangka!”. Raja Ar-Rasyid langsung saja meminta tausiyah:

“Berilah aku tausiyah !”. Syekh Syaqiq berkata:

“Alloh telah memposisikanmu sebagai khalifah seperti Abu Bakar yang sangat jujur (as-Shiddiq) maka Alloh tentu menuntutmu agar menjadi pemimpin yang jujur dan menjadi Shiddiq seperti Abu Bakar.

Alloh menempatkanmu pada tempat Umar bin Al-Khatthab yg membedakan antara haq dan batil (al-Faruq), maka Alloh menuntutmu agar engkau menjadi pemimpin yg membedakan antara haq dan batil sebagaimana Umar.

Alloh telah mendudukkanmu pada kedudukan Utsman bin Affan yang sangat malu kepada kepada Alloh sehingga banyak sekali ibadahnya, maka Alloh menuntutmu agar menjadi pemimpin yang punya malu kepada-Nya sehingga engkau mengingat-Nya dalam memimpin.

Alloh telah menempatkanmu pada¬† tempat Ali bin Abi Thalib yg ahli ilmu dan adil, maka Alloh menuntutmu agar menjadi pemimpin yg alim, yang mengetahui kemauan rakyatnya, dan adil hingga menggugah rakyanya¬† utk melakukan keadilan sebagai kewajiban syar’i.

Raja Ar-Rasyid: “Mohon tambahkan tausiyah lagi !”. Syekh:

“Alloh mempunyai tempat yang bernama Jahannam dan Engkaulah yang menjadi penjaganya. Alloh telah memberimu 3 hal:

  1. baitul mal (kas negara)
  2. cemeti
  3. pedang.

Jika ada rakyatmu yang miskin dan butuh sedekah, maka berilah dia dari baitul mal. Jika ada rakyatmu yang melanggar hukum Alloh, maka cambukklah dia dengan cemeti. Dan jika ada dari rakyatmu yg membunuh orang lain tanpa alasan yang benar, maka bunuhlah dia dengan pedang.

Jika hal-hal itu tidak engkau lakukan, maka engkaulah yang akan menjadi gembong ahli neraka!”. Raja Harun Ar-Rasyid: “Terimakasih Syekh Syaqiq atas tausiyahnya!”. Kemudian Raja menyodorkan hadiah uang sebanyak 100 dinar kepada Syekh Syaqiq, tapi dikembalikannya hadiah itu dengan halus sembari mengatakan: “Berikanlah kepada orang orang miskin yang lebih berhak atas uang itu!”.


Pembaca yang baik, betapa mulianya sang Raja yang perkasa tetapi mau menerima tausiyah meskipun pedas di telinga. Dan betapa mulianya penasehat yang sangat ikhlas dalam memberikat tausiyahnya. Betapa indahnya negeri yang jalinan antara ulama dan umaro di dalamnya seperti itu !!!. Wallohu A’lam Bisshowab (MD Royyan).

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here