Kisah Kiai Barshisho

0
111
Oleh : KH Moh. Muzakka Mussaif

Kiai Barshisho adalah sosok ulama besar dan ahli ibadah yang luar biasa, tetapi akhirnya dia meninggal dalam keadaan kufur Naudzubillah min dzaalik. Bagaimana ceritanya? Yuk kita ikuti cerita di bawah ini.

Barshisho adalah hamba Allah yang sangat bertaqwa, ia mengabdi pada Allah selama 220 tahun, sekejap matapun ia tak pernah berpaling dari Allah dengan berbuat dosa. Ia memiliki santri (murid) sebanyak 60.000. Para muridnya juga sangat luar biasa yakni dapat berjalan di awang-awang karena berkah sang guru yang sangat dekat dengan Allah. Para malaikat pun semua takjub terhadap sang kiai sehingga Allah pun berfirman pada para malaikat, “Kenapa kamu takjub pada Barshisho, Aku lebih tahu apa-apa yang tidak kau ketahui. Sungguh Barshisho itu dalam takdirku adalah calon orang kufur yang akan masuk neraka selama-lamanya karena minum khomr”. Iblis terlaknat mendengar dialog tersebut sangat senang. Sebab Barshisho akan rusak karena ulahnya, dan Iblis siap menjalankan misinya sebab dia menggoda sang kiai 220 tahun tak mempan.

Suatu hari datanglah Iblis ke Pesantren yang besar milik Barshisho dan dapat bertemu kiai besar itu. Yang harus dicatat di sini bahwa Iblis datang ke pesantren dalam tampilan seorang ahli Ibadah yang lengkap dengan surbannya. Ahli ibadah (palsu) itu mengatakan pada sang Kiai bahwa kedatangannya akan menambah kehebatan sang Kiai dalam beribadah kepada Allah. Dia (iblis) membuktikan selama tiga hari tiga malam beribadah pada Allah dengan tanpa makan, minum, dan tidur. Sangat luar biasa ibadah sang tamu itu. Kiai pun takjub padanya.

“Mengapa kau beribadah tiga hari tiga malam tidak makan, minum, dan tidur? padahal aku selama 220 tahun beribadah pada Allah tetap makan, minum, dan tidur”. Iblis menjawab, “Aku berbuat demikian karena aku bertobat nasuha, sebab dulu aku pernah melakukan dosa pada Allah. Engkau akan dapat sepertiku kalau kau juga melakukan perbuatan dosa pada Allah, kemudian kau bertaubat dengan sungguh-sungguh”. Barshisho berpikir sejenak kemudian menyetujuinya.

“Apa yang harus aku lakukan perbuatan maksiat itu?”, kata Barshisho. “Kau harus berzina sekali”, kata Iblis. “Aku tidak mau itu adalah dosa yang besar yang hukumannya dicambuk 100 kali atau dirajam”, jawabnya. Iblis berkata lagi, “Kalau tidak mau, bagaimana kalau kamu membunuh seorang mukmin?”. “Aku tidak mau itu juga dosa besar dan aku tak mau melakukannya karena orang mukmin adalah saudaraku”, jawabnya. “Bagaimana kalau minum khomr saja yang maksiatnya tidak terlalu besar pada Allah?”, pinta Iblis. Barshisho pun berpikir sejenak kemudian menyetujuinya. “Di mana aku harus beli khomr itu?”, katanya. Iblis pun menunjukkan tempatnya.

Singkat cerita, Barshisho pun mencari tempat itu. Dia membeli khomr yang kebetulan dijual oleh seorang perempuan. Setelah minum khomr, Ia kehilangan akal sehatnya lalu melakukan perbuatan zina. Saat sedang berbuat itu, suami perempuan itu datang. Karena ketahuan masyarakat itu, ia pun dihabisi masa, hampir saja melayang jiwanya. Iblis yang menjilma orang itu kemudian lapor pada hakim setempat. Barshisho dikenai hukuman cambuk 80 kali karena minum khomr, 100 kali karena berzina, kemudian oleh hakim digantung dalam kondisi hidup.

Melihat hukuman itu, iblis datang dan mengatakan, “Kau itu bagaimana kok mengikuti ajakan teman jahat begitu rupa. Aku menggodamu 220 tahun lamanya tapi tak dapat memalingkanmu dari Allah. Maukah kaubantu lepas dari gantungan itu? Barshisho menjawab, “Aku mau, bantulah aku!”. “Aku mau membantumu saratnya kau harus bersujud padaku satu kali saja”, jawab iblis. “Aku tidak mau, itu adalah syirik pada Allah”, Jawabnya. “Kalau kau tidak mau melakukannya aku tak akan menolongmnu”. Akhirnya Barshisho melakukannya dengan isyarat dari gantungan. Lalu jatuhlah ia dari gantungan dan menemui ajalnya.

Nah, pokok cerita itu sebenarnya tentang bahaya minum khomr. Minum khomr termasuk dosa besar. Bahkan bahaya minum khomr sangat membahayakan orang lain. Sebab, orang yang minum khomr kehilangan kesadarannya sehingga sangat memungkinkan untuk melakukan dosa-dosa besar lainnya seperti membunuh dan berzina.

Disarikan dari Kitab Durratun Naashihiin

Penulis adalah Pengasuh MT Almushlihun Kendal

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here