KISAH IMAM ALI ZAENAL ABIDIN RA

0
81

oleh : H. Mohammad Danial Royyan

Beliau adalah Ali bin al-Husain bin Ali bin Abi Thalib. Karena kuatnya dalam beribadah kemudian diberi titel “Zaenal Abidin” (ikon orang-orang ahli ibadah). Beliau pulalah yang menciptakan Sholawat Nariyah yang masyhur itu. Tiada satupun orang NU kecuali hafal sholawat itu. Kalau tidak hafal sholwat Nariyah maka belum menjadi orang NU yg sebenarnya.

Dari segi nasab Imam Ali adalah cicit Rasulullah SAW. Golongan Habaib dari jalur Sayyidina Husain pasti punya hubungan nasab dengan beliau. Beliau àlim yang kaya raya yang juga imam besar masjid jami’ Bashrah. Jika pergi beliau mengendarai Jawad, species kuda terbaik yang dalam bahasa Jawa disebut “Sembrani”.

Suatu saat ketika melaju dengan Jawadnya, beliau di cegat oleh orang yahudi yang sudah tua memanggul kayu bakar. Kakek yahudi berkata: “Wahai Ali, kakekmu Muhammad pernah berkata :

الدنيا سجن المؤمن وجنة الكافر

Dunia itu penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir. Ini ucapan sangat salah. Kau yang mukmin kaya raya laksana di surga, aku yang kafir malah miskin laksana di neraka”.

Imam Ali menjelaskan: “Kek, kau salah faham. Maksud hadits itu begini: Kehidupan kakek di dunia sekarang ini kalau dibandingkan dengan tempat orang kafir di neraka sudah seperti di surga. Dan kehidupan saya di dunia sekarang ini kalau di bandingkan dengan tempat orang mukmin di surga sudah seperti neraka”. Kakek yahudi manggut-manggut memahami penjelasan itu, kemudian ia masuk Islam di tangan Imam Ali Zaenal Abidin.

Wallohu A’lam Bisshowàb.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here