Khutbah Jum’at 7 Menit KH. Marzuki Mustamar

0
161

Jum’atan di masjid wilayah yang dekat pusat bisnis seperti pasar, terminal dan sebagainya sering diikuti tidak hanya jama’ah mukimin, namun banyak juga orang luar yang ikut jum’atan di sana. Terutama para pedagang, sopir angkot, sopir bus dan seterusnya.

Seperti di masjid Al Falah Ngloyo, Trimulyo, Sukorejo, Kendal misalnya, sering diikuti oleh orang luar kampung. Ada sopir, pedagang di terminal dan sebagainya. Daya tarik masjid tersebut antara lain berada di tepi jalan raya dan airnya melimpah.

Suatu saat pernah saya tanya seorang pedagang di Terminal Sukorejo yang jum’atan di masjid Al Falah Ngloyo.

“Mengapa jum’atan di sini padahal di dekat terminal juga ada masjid?”

Jawab si pedagang sangat simpel, “Khutbahnya pendek”.

Kasus di atas adalah kasus pertama. Kasus kedua, sering kita melihat khotib menempel-nempel buku khutbah dengan kertas HVS untuk menutup sebagian teks khutbah agar menjadi ringkas.

Menjadi khotib sholat Jum’at memang harus bijaksana, apalagi di musim pandemi Covid 19, dimana Pemerintah memberlakuan protokol kesehatan dan mengajurkan tidak berkerumun dengan banyak orang apalagi dalam waktu lama.

Fenomena orang jum’atan memilih masjid yang khutbahnya pendek mungkin terjadi di banyak tempat. Masjid yang berada di sekitar pasar terminal dan pusat bisnis tentu harus lebih bisa membaca fenomena tersebut. Jika tidak, bisa-bisa satu persatu jama’ah pindah ke masjid lain.

Buku khutbah jum’at 7 Menit yang ditulis KH. Marzuki Mustamar, Ketua PWNU Jatim ini mungkin menjadi solusi bagi para khotib yang tidak sempat meringkas isi khutbah dari buku-buku khutbah sebelumnya, atau dengan kata lain ingin mendapat buku khutbah yang simpel sekaligus aktual materinya.

Data Buku
Judul : Khutbah Jum’at 7 Menit
Penulis : KH. Mustamar, ketua PW NU Jawa Timur
Info : 082135050118

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here