Khutbah Idul Fitri: Berlebaran dengan Menghindari Wabah Covid-19

0
149
Oleh: Moh. Muzakka Mussaif

Khutbah I:

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ

اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْراً وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْراً وَسُبْحاَنَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً لَاإِلٰهَ إِلَّااللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَلِللّٰهِ الْحَمْدُ

أَشْهَدُ أَنْ لَاإِلٰهَ إِلّااللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ. أَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى أٰلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. إِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَاتَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالٰى فىِ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ : وَساَرِعُوْا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَاْلأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَ.

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَروَلِللّٰهِ الْحَمْد

Marilah kita panjatkan puji syukur pada Allah SWT yang telah memberikan banyak kenikmatan terutama nikmat iman, nikmat Islam, nikmat kesehatan dan kesmpatanan bahwa hari ini kita dapat berkumpul untuk menjalankan sholat Idul Fitri bersama-sama setelah kita berpuasa Ramadhan sebulan penuh. Namun, Lebaran dan Ramadhan tahun ini berbeda suasananya yakni harus mengikuti protokol yang ditentukan pemerintah. Sebab, negeri kita tercinta juga tengah diuji oleh Allah SWT dengan wabah Covid 19 yang tengah mengguncang dunia dan telah merenggut ratusan ribu nyawa di planet bumi ini dalam waktu yang singkat.

Oleh karena itu, untuk melindungi diri, keluarga, dan masyarakat pada umumnya kita harus mengikuti protokol pemerintah dengan menjaga jarak, memakai masker, tidak bersentuhan, tidak berkerumun, selalu mencuci tangan dengan sabun atau memakai hand sanitizer, dan sebagainya. Maka dari itu, pelaksanaan sholat Ied kali ini harus kita selenggarakan secara terbatas baik di masjid, musholla, atau di rumah-rumah kita bersama keluarga.

Jangan salah menafsirkan bahwa sholat Ied, bersilaturrahmi, bersalaman, berhalal-bihalal tidak diperbolehkan, tetapi bertemunya banyak orang atau berkerumun ini yang harus dihindari. Sebab, untuk memutus rantai penyebaran covid 19 itu  harus dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan. Oleh karena itu sebagai hamba Allah yang baik kita harus berikhtiar agar bisa terhindar dari wabah itu kemudian baru bertawakkal pada Allah SWT. Di sinilah kita harus menerapkan prinsip usul fikih yang artinya “Menolak kerusakan (bahaya) lebih utama daripada meraih kebaikan”.

دَرْأُ الْمَفَاسِدِ مُقَدَّمٌ عَلَى جَلْبِ الْمَصَالِحِ

Sebab Rasulullah SAW bersabda

لَاضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ

yang artinya tidak boleh melakukan sesuatu yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain ( HR.Imam Ahmad, Ibnu Majah, dan lainnya).

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَروَلِللّٰهِ الْحَمْد

Dalam rangka menghindari kerusakan akibat wabah ini kita harus berikhtiar sekuat tenaga sesuai protokol yang telah ditentukan seraya berdoa, berzikir, bermunajat, dan bertawakal pada Allah SWT agar wabah Covid 19 ini segera berlalu dan Allah berkenan menarik virus-virus yang membahayakan ini dari negeri kita tercinta. Dengan upaya yang sungguh-sungguh itulah insyaallah tidak akan lama lagi wabah covid 19 akan berakhir.

Oleh karena itu, setelah sholat Ied ini kita harus kembali atau tetap tinggal di rumah saling bermaaf-maafan seluruh anggota keluarga berlebaran bersama. Selanjutnya, kita bisa berdoa, beribadah, belajar, dan bekerja dari rumah atau sekitar rumah kita. Jika harus keluar rumah kita harus menghindari kerumunan, menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan.

Silaturahim bisa dilakukan dalam lingkup terbatas tak perlu bersalaman dan cium tangan di luar keluarga inti. Gunakan tilpun pintar baik untuk menyampaikan permohonan maaf, ungkapan kegembiraan, dan saling mendoakan pada saudara, para kyai dan guru-guru, sahabat, kolega, dan sebagainya. Insyaallah mereka semua dapat memahaminya karena mereka juga menginginkan wabah ini cepat berakhir. Jika terpaksa harus berjumpa darat. kita tetap menjaga jarak dan mematuhi protokol kesehatan.

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَروَلِللّٰهِ الْحَمْد

Mengakhiri khotbah Ied pertama ini marilah kita berdoa mohon ampun pada Allah SWT atas segala dosa-dosa yang telah kita lakukan, moga Allah menerima ibadah puasa dan amal-amal sholih kita, moga Allah memberikan kesehatan, keselamatan, dan kebahagiaan baik di dunia maupun akhirat, moga Allah segera menghilangkan wabah covid 19 dari negeri kita tercinta, dan moga Allah menjadikan kita orang yang menang dan kembali ke fitri.

جَعَلَنَا اللهُ وَاِيَّاكُمْ مِنَ الْعَائِدِيْنَ وَالْفَائِزِيْنَ وَالسَّالِمِيْنَ وَالْمَقْبُوْلِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ : وَالْعَصْرِ. اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍ. اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ . وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ

Khutbah II:

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ ، اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. فَيَاعِبَادَ اللهِ اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ . قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِيْ كِتَابِهِ اْلعَظِيْمِ إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ اَلِهِ وَأًصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعىِ التَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ. وَعَلَيْنَا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَاَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِماَتِ, وَاْلمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ, اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ يَا قَاضِيَ اْلحَاجَاتِ. رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِاْلحَقِّ وَأَنْتَ خَيْرُ اْلفَاتِحِيْنَ. رَبَّنَا أَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهىَ عَنِ اْلفَحْشَاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ يَذْكُرْكُمْ وَادْعُوْهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَر

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here