KH. Ahmad Suswanto: Maulid Jangan Hanya Seremonial

0
143

Kangkung pcnukendal.id – Pengajian dalam rangka khataman safari maulid GP Ansor Tanjungmojo berlansung Senin malam (11/12) di halaman Musholla Ar-Rahmah Dukuh Gambiran Desa Tanjungmojo. Hujan rintik-rintik tidak menyurutkan semangat warga sekitar musholla dan anggota ansor desa Tanjungmojo untuk menghadiri acara tersebut.

Agenda tersebut merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka memeriahkan kelahiran Nabi Muhammad saw. Acara yang telah disiapkan sejak awal Rabi’ul Awal, bekerjasama dengan Takmir Musholla Ar-Rahmah, itu mendapatkan momentumnya pada peringatan Maulidurrasul yang jatuh pada 12 Rabi’ul Awal 1438 H.

Sobirin, mewakili pengurus takmir, menyampaikan bahwa acara tersebut bertujuan mendalami kisah keteladanan Rasulullah guna menyemangati semua muslim untuk mahabbah kepada Rasulullah saw.

“Semoga kita semua mendapatkan syafa’atul ‘udhma kelak di yaumil qiyamah,” imbuh Sobirin.

Mustofa, pengurus GP Ansor Tanjungmojo, menghaturkan rasa hormat, salut dan terima kasih pada seluruh anggota yang telah setia dan bersemangat mengikuti agenda safari maulid, dari malam pertama hingga malam ke 12. Menurutnya, Maulid Nabi Saw merupakan momentum penting bagi warga ansor untuk selalu meningkatkan semangat dalam berbuat sesuatu untuk umat.

“Semoga kegiatan ini mendapat ridlo dari Allah swt dan bermanfaat untuk kita, selaku umat sekaligus sebagai penggerak jam’iyah Ansor Ranting Tanjungmojo,” harap Mustofa.

Dalam acara itu, panitia mengundang KH. Ahmad Suswanto sebagai pembicara. Dalam tausiahnya, ia sangat mengapresiasi kegiatan safari maulid yang dimotori oleh kaum muda NU. Ia bangga karena generasi muda mau melestarikan budaya tersebut. Apabila pemuda NU diam, Kyai Suswanto khawatir, kelak anak cucu kita masih mau atau tidak melaksanakan tradisi seperti mauludan, manakiban, tahlilan, haul, upacara 3 hari sampai “nyatus/nyewu”, tradisi Ziarah Kubur dan lain sebagainya.

Selanjutnya, Kyai Suswanto juga mengingatkan kepada seluruh jama’ah yang hadir, bahwa peringatan maulid tidak hanya menjadi program seremonial saja. Perayaan itu harus diikuti dengan memikirkan cara. bagaimana kita sedikit demi sedikit meningkatkan amal ibadah kita kepada Allah swt.

“Musholla ramaikan. Jama’ah sholat tingkatkan. Shodaqoh giatkan. Agar kelak syafa’at yang kita harapkan benar-benar kita raih,” pungkas Kyai Suswanto. (elmust/Zubair)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here