Ketika Mars Syubbanul Wathon Menggema di Gereja Padua

0
266
Oleh: Sis Maula

Serasa begitu penasaran ketika seorang rekan memberi kabar akan ada latihan musik rebana bersama pemuda Gereja Katolik Paroki St. Antonius Padua Kendal yang menamakan dirinya Orang Muda Katolik (OMK). Kabar dari teman yang juga pengurus PC IPNU Kabupaten Kendal itu sekaligus sebagai permohonan ijin, karena beberapa kali technical meetingnya akan dipusatkan di MAK NU 09 Darussa’adah Rowosari.

“Yang akan dinyanyikan nanti lagu Indonesia Raya dan Mars Syubbanul Wathon, vocal gabungan dari OMK dan PC IPPNU Kabupaten Kendal yang sebagian personilnya siswa-siswi MAK NU 09 Darussa’adah Rowosari. Khusus Mars Syubbanul Wathon, diiringi musik khas rebana idola warga nahdliyyin,” demikian katanya.

“Oh, ya siap,” jawab saya tanpa banyak pertimbangan. Bagi pengelola satuan pendidikan, kegiatan lintas agama seperti ini menjadi praktik pembelajaran secara langsung bagi peserta didik dalam rangka menjalin kerukunan antar umat beragama. Harapan besar dikemudian hari mereka tidak canggung dalam menjalankan interaksi juga komunikasi sosial secara luas dengan pemeluk agama lain.

Syahdan, pukul 20.00 WIB selepas isya’, rombongan OMK dari Gereja Katolik Paroki St. Antonius Padua Kendal dengan 3 armada mini bus tiba di MAK NU 09 Darussa’adah Rowosari. Kendati malam itu diguyur hujan, para pemuda Katolik tampak bersemangat ingin belajar rebana dan mars Syubbanul Wathon hasil karya Kiai Wahab Chasbulloh, mars pengobar semangat bagi warga Nahdliyyin.

Selain puluhan pemuda yang rata-rata masih duduk di bangku pendidikan, hadir pula Romo Pastur Rm. Yohanes Sunaryadi turut mendampingi. Mereka duduk berbaur menyatu di atas karpet yang sebelumnya sudah digelar di teras dengan peralatan musik rebana lengkap di atasnya. Para pelajar dari PC IPPNU dan siswi MAK NU 09 Darussa’adah menyambut kehadiran mereka dan kemudian menyatu berbaur tanpa rasa canggung.

Musik ditabuh, para pemuda OMK dan IPPNU berdiri berjajar dengan mengepalkan tangan. Suara guyuran hujan menjadi sepi tertutup mars Syubbanul Wathon yang menggema begitu unik karena sebagian vocalnya pemuda katolik. “Yahlal wathon yahlal wathon yahlal wathon…”

Mantap. Menyaksikan technical meeting kali ketiga malam itu, saya meyakini penampilan saat acara berlangsung akan berjalan sukses. Dua hari berikutnya, tepatnya pada Minggu pagi 20 Januari 2019, beberapa personel dari PC IPNU-IPPNU mulai berkumpul di MAK NU 09 Darussa’adah menuju Gereja Katolik Paroki St. Antonius Padua Kendal untuk tampil pada acara Haul Gus Dur ke-9 yang di gelar di Gereja itu. Acara bertajuk ‘Jagongan Lintas Iman’ yang diadakan OMK dihadiri Inayah Wahid putri Gus Dur dan beberapa aktifis Gusdurian Kendal.

Pada kesempatan lain, penampilan yang sama juga ditampilkan pada acara Haul ke- 74 Kiai Hasyim Asy’ari dan Haul ke-9 Gus Dur di Pondok Pesantren Al Mustofa Pandes Cepiring Kendal pada Minggu pagi 3 Maret 2019. Mereka tetap semangat mengepalkan tangan, berbaur kendati lintas iman, dengan semangat perjuangan dan persatuan dalam Bhineka Tunggal Ika. Semangat yang tersurat dalam mars Syubbanul Wathon tentang cinta negeri sebagai bagian dari iman dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan asas tunggal Pancasila.

Penulis adalah anggota Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar) Kendal
judul iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here