KEGADUHAN DALAM JAMAAH SHOLAT IEDUL FITRI

0
91

Ini cerita faktual, bukan cerita fiktif.

Jamaah sholat iedul fitri di masjid sebuah desa sebuah kecamatan Kabupaten Kendal, dua tahun lalu mengalami kegaduhan yang tidak perlu. Pasalnya, ketika bangun dari sujud kedua rokaat pertama, imam tidak membaca takbir sebanyak lima kali sebelum membaca fatihah, tetapi langsung membaca Fatihah. Melihat imam melakukan kekeliruan, salah satu makmum menjerit keras : “Hoop, stoop, ini sholat batal, tidak ada takbir lima kali!”. Mendengar teriakan makmumnya, imam membatalkan sholat jamaah iedul fitri, dan mengulanginya. Selesai mengulangi sholat, makmum yang tadi berteriak menggumam lagi : “Lha ngene iki kudune (nah begini ini seharusnya)”.

Dalam kasus ini, ternyata imam dan makmum sama-sama tidak mengetahui hukum kesunahan membaca takbir khusus sholat ied yang berjumlah 7 kali pada rakaat pertama dan 5 kali rakaat kedua, dan tidak mengetahui pula bahwa membatalkan shalat fardlu itu hukumnya haram, dan membatalkan shalat sunnah itu hukumnya makruh.
Catatan : Nama Imam, nama masjid dan nama desa sengaja saya rahasiakan untuk menjaga kehormatan.

KAJIAN FIQIH :
Takbir Khusus Shalat ‘Ied adalah takbir sunnah, bukan wajib, yang secara khusus dianjurkan untuk dilafadzkan pada saat kita sedang melakukan shalat ‘Iedul Fitri atau ‘Iedul Adha. Dalilnya secara khusus adalah hadits berikut ini:

عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ قَالَ: قَالَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: التَّكْبِيرُ فِي الْفِطْرِ سَبْعٌ فِي الْأُولَى وَخَمْسٌ فِي الْأُخْرَى وَالْقِرَاءَةُ بَعْدَهُمَا كِلْتَيْهِمَا ، أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُد ، وَنَقَلَ التِّرْمِذِيُّ عَنْ الْبُخَارِيِّ تَصْحِيحَهُ

Dari Amr bin Syu’aib dari ayahnya dan dari kakeknya R.A, berkata : bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Takbir di sholat Iedul Fitri tujuh kali di rakaat pertama dan lima kali di rakaat yang kedua. Dan membaca ayat Al-Quran sesudah takbir pada keduanya” (HR Abu Daud, lihat Shohih Sunan Abu Daud No. 1018).

Para ulama seperti Imam Asy-Syafi’i R.A. berpendapat atas kesunnahan takbir khusus sholat ied yang diucapkan 7 kali di rakaat pertama dan 5 kali di rakaat kedua. Tempatnya bila dalam rakaat pertama adalah setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca doa iftitah dan bacaan Al-Fatihah. Sedangkan bila di dalam rakaat kedua, tempatnya setelah takbir qiyam dari rakaat pertama, sebelum membaca surat Al-Fatihah. Oleh karena itu, takbir 7 dan 5 kali itu jika tidak dibaca, maka tidak membatalkan shalat ied.
Wallahu a’lam bishshawab. (M.D. Royyan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here