KAPAN HARUS QODLO’ ?

0
62

I. Saudara Wahidi, M.Pd dan Drs. Wahib bertanya :
Jika kita punya hutang sholat, atau sudah lakukan sholat tetapi wajib i’adah, kapan harus mengqodlo’nya atau mengulanginya ? Segerakah atau besukkah ?.

II. Jawaban.
Ass. Hutang itu ada dua :

  1. Hutang kepada Allah (حق الله)
  2. Hutang kepada manusia (حق الادمي)

Para ulama berpendapat, jika haqqulloh bertabrakan dengan haqqul-adamy, maka haqqulloh harus didahulukan. Jika hutang kepada manusia saja, membayarnya harus segera, apalagi hutang kepada Alloh. Oleh karena itu, hutang sholat asar di perjalanan, sampai di rumah  maghrib, maka sesudah sholat maghrib, lakukanlah qodlo’ asar. Kalau membayar besok, meskipun sah dan tidak haram, itu namanya ngemplang. Pengemplangan itu makruh, tetapi kalau kelewat batas, maka bisa menjadi haram.

III. Referensi.

عن ابن عباس رضي الله عنهما: ((أن امرأة من جهينة جاءت إلى النبي صلى الله عليه وسلم، فقالت: إن أمي نذرت أن تحج فلم تحج حتى ماتت، أفأحج عنها؟ قال: نعم، حجي عنها، أرأيت لو كان على أمك دين أكنت قاضيته؟ اقضوا الله فالله أحق بالوفاء)) 

Dari Abdillah bin Abbas R.A, bahwa seorang perempuan dari Juhainah datang kepada Nabi SAW, lalu bertanya: bahwa ibuku nadzar akan berhaji, tetapi dia belum berhaji keburu meninggal. Apakah aku boleh berhaji atas nama dia?. Nabi SAW bersabda : “Berhajilah engkau atas nama dia ! Bukankah kalau ibumu punya hutang maka kau harus membayarnya. Bayarlah hak Alloh. Alloh itu lebih berhak dipenuhi hak-hak-Nya”.
Dari hadis itu, Syekh Abdurrahman Al-Juzairi dalam Al-Fiqhu Alal Madzahib Al-Arba’ah berkata :


من مات وعليه حجٌّ واجبٌ، بقي الحج في ذمته، ووَجَبَ الإحجاج
 عنه من رأس ماله  سواء أوصى به أم لا، وهذا مذهب الشافعية والمالكية والحنفية والحنابلة

Orang yang mati dan punya hutang haji wajib, maka kewajiban haji tetap jadi tanggungannya. Dan mayit itu wajib dihajikan (haji badal) baik dia berwasiat atau tidak. Dan ini adalah madzhab syafii, maliki, hanafi dan hanbali.
(MD Royyan).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here