JUM`ATAN BAGI TKI DI KOREA

0
30

Banyak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Korea, yang juga disebut negeri ginseng, sebuah negara yang  pemeluk agama Islam di sana sangat sedikit sehingga jarang ditemukan masjid tempat melaksanakan jama`ah shalat jum`at. Hal itu menyebabkan para tenaga kerja Indonesia (TKI) di sana setiap hari jum`at tidak melaksanakan shalat jum`ah, dan jikalau ada maka memerlukan perjalanan mobil dengan waktu tempuh kurang lebih tiga jam.

Pertanyaan

  1. Apakah TKI itu tetap wajib melaksanakan jum`at?
  2. Jika tidak, apakah boleh dia melakukan shalat dhuhur sebagai pengganti shalat jum`ah?

(Si Doel PP Darussalam Purwosari Patebon 087832644209

Jawaban :

Hampir seluruh kitab fiqh menjelaskan bahwa syarat minimal mendirikan Jumat adalah harus dihadiri oleh minimal 40 orang yang mustauthin (penduduk asli/pribumi). Yang dimaksud mustauthin ini ialah bukan orang yang kost atau menetap sementara didesa itu, atau orang diluar desa yang masuk pada desa itu. TKI bukanlah mustauthin, tapi termasuk muqim. Maka orang musafir atau orang yang bermukim di tempat di situ tidak ditemukan penyelenggaraan jum`at, maka dia tidak wajib jum`atan. Jika TKI tidak wajib jum`atan, maka dia harus melakukan shalat dhuhur.

Dasar Pengambilan Dalil :

– كفاية الأخيار جزء 1 ص 144:

        وقوله الاستيطان احترز به عن غير المستوطن كالمسافر ونحوه فلا جمعة عليهم كالمقيم في موضع لا يسمع النداء من الموضع الذي تقام فيه الجمعة

KONSULTASI AGAMA

Diasuh oleh : H. Mohammad Danial Royyan

Ketua PCNU Kabupaten Kendal

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here