JUM’AT HARI LIBUR UMAT MUSLIM SABTU HARI LIBUR YAHUDI MINGGU HARI LIBUR NASRANI

0
196

Pertanyaan :

  • Kenapa tahlil yang dirutinkan di masyarakat kok malem jumat.. apakah ini merupakan bagian dari memuliakan hari jumat.?
  • Dan kenapa kalau malam jumat ngaji anak-anak di mushola diliburkan… kenapa tidak malam minggu.?
  • Kenapa TPQ kalau jum’at kok libur… kenapa tidak hari minggu TPQ liburnya..?
  • Kita ke sarean… ziaroh kenapa seringnya malam jumat…?
  • Itu budaya atau memang ajaran islam…? (dari Umar Kholil Brangsong )

 

Jawaban :

Hari Jum’at dianggap sebagai hari terbaik dibanding hari yang lain bagi umat muslim. Dengan liburnya aktivitas di hari Jumat, masyarakat muslim memiliki banyak waktu untuk melakukan shalat Jum’at dan ibadah lainnya secara total.

Berbeda lagi dengan bangsa Yahudi di Israel. Mereka menetapkan hari Sabtu sebagai hari libur lantaran hari Sabtu merupakan hari ibadah bagi mereka.

Lalu, mengapa di Indonesia hari Minggu yang dijadikan hari libur? Hari Minggu sebagai hari libur sebenarnya tak hanya berlaku di Indonesia, tetapi juga mayoritas negara di dunia. Sejarahnya berawal pada masa Romawi.

Dahulu, bangsa Romawi Kuno yang berpusat di Italia menguasai banyak negara di Eropa. Wilayah kekuasaan mereka sampai ke Belanda, Inggris, Prancis, Jerman, dan lainnya. Nah sejak masa itu, bangsa Romawi Kuno sudah memiliki keyakinan bahwa hari Minggu merupakan hari yang baik untuk beribadah. Sehingga mereka meliburkan segala aktivitasnya pada hari Minggu.

Bangsa Romawi juga memiliki kebiasaan selalu menandai hari Minggu dan hari penting lainnya dengan menggunakan warna merah. Pengaruh ini kemudian menyebar pula ke wilayah-wilayah kekuasaan bangsa Romawi tadi. Salah satunya, Belanda.

Belanda kemudian menjajah dan menguasai Indonesia. Sejak saat itu, hari Minggu pun ditetapkan sebagai hari libur bagi para pekerja Indonesia. Akhirnya, tradisi libur di hari Minggu terus dipertahankan dan berlaku hingga kini.

Adapun kapan waktu yang baik untuk ziarah kubur, Imam Ghozali dalam Ihya Ulumuddin mengutip pendapat Imam Malik bin Dinar yang mengatakan bahwa ziarah kubur ke makam orang tua itu paling baik adalah pada hari Jum’at atau sehari sebelumnya (Kamis sore) atau sehari sesudahnya (Sabtu pagi).
Lihat Sejarah Tahlil dan Membedah Intisari Ahlissunnah Waljamaah.

KONSULTASI AGAMA

Diasuh oleh : H. Mohammad Danial Royyan

Ketua PCNU Kabupaten Kendal

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here