JIKA KHOTIB JUM’AH TIDAK BACA SHOLAWAT

1
451

I. Pertanyaan :
Sdr. H. Drs. Mahrus Ali bertanya : Bagaimana hukumnya jika khotib jum’ah tidak membaca sholawat, sementara bacaan sholawat itu adalah salah satu rukun khutbah ?

II. Jawaban :
Jika khatib tidak membaca shalawat kepada nabi Muhammad SAW dalam khutbah, maka jelas sekali bahwa khutbah Jumat itu kurang satu dari lima rukunnya. Akibatnya, khutbah itu menjadi tidak sah. Konsekuensinya, khutbah itu harus diulang lagi dari awal, sebelum shalat jumat dilaksanakan. Yang mengulanginya bisa saja sang khatib sendiri, di mana setelah dia turun dari mimbar, harus ada yang mengingatkan bahwa dia lupa membaca salah satu rukunnya, maka kalau dia elegan, dia akan naik lagi untuk mengulangi khutbahnya. Dan boleh saja takmir masjid naik mimbar menyelamatkan shalat jumat itu agar menjadi sah. Cukup mengucapkan alhamdulillah, wasshashalatu wassalamu ‘ala rasulillah, ittaqullah, qul huwallahu ahad, wasshashalatu wassalamu ‘ala rasulillah, ittaqullah, qul huwallahu ahad danallahummaghfir lilmukminina wal mukminat lilmukminina wal mukminat. Tentu ini hanya mungkin dilakukan oleh mereka yang paham ilmu fiqih, khususnya fiqih shalat jumat.
Jika hal itu tidak dilakukan dan langsung melaksanakan sholat jum’ah, maka jum’ahnya ikut menjadi batal, karena dua khutbah itu menjadi salah satu rukun jum’ah. Jika jum’ah batal, maka wajih i’adah dhuhur.

III. Referensi :
Saifinatun Najah hal 96, Rukun Khutbah Jumat  ada 5 , yaitu :

  1. Membaca Alhamdulillah di kedua khutbah  (maksudnya : khutbah pertama dan kedua)
  2. Membaca Shalawat di kedua Khutbah,
  3. Wasiat Taqwa di kedua Khutbah,
  4. Membaca Ayat Al Quran di salah satu dua khutbah,
  5. Berdoa untuk orang Mukminin dan Mukminat di khutbah terakhir (khutbah kedua). (MD Royyan).

1 KOMENTAR

  1. Bagaimana bila rukun khutbah ada yang kurang sedangkan sholat jumat telah dilaksanakan, apakah harus mengulang sholatnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here