Jasad-Jasad yang Dimuliakan dan Dihinakan

0
100
Oleh: Moh. Muzakka Mussaif

Sering kita mendengar atau mungkin membaca berita bahwa di sebuah pemakaman ditemukan jasad seseorang yang masih utuh. Bahkan, ada pula yang kain kafannya tidak rusak meski jasad orang itu sudah terkubur puluhan tahun. Masyaa Allah, ini suatu keajaiban. Tak mungkin rasanya hal itu secara alamiah bisa terjadi.

Memang, kita juga melihat fakta juga bahwa jasad Fir’aun masih utuh hingga kini. Mumminya masih dapat kita lihat di Mesir bahkan menjadi objek riset para ilmuwan. Jasad Firaun memang ditakdirkan oleh Allah tidak rusak dan diawetkan agar menjadi pelajaran bagi manusia. Fakta demikian ini juga sebuah keajaiban. Sebab, jasad yang mati ribuan tahun itu masih utuh hingga kini.

Terkait jasad Firaun yang “diistimewakan” oleh Allah karena ada suatu sebab. Firaun diberi kemuliaan dengan kekuasaan dan harta benda serta usia yang panjang. Namun, dengan semua kelebihan itu Firaun tidak mensyukuri nikmat Allah yang amat banyak. Sebaliknya, ia bertambah jumawa dan menuhankan diri di hadapan rakyatnya. Sebab inilah, jasad Firaun dihinakan oleh Allah hingga makhluk dalam bumi seperti cacing, rayap, belatung pun tak mau memakannya. Inilah yang oleh orang dikatakan jasad yang ditolak bumi.

Lain dengan Firaun, ada juga jasad-jasad yang dimuliakan oleh Allah, yakni bagi orang-orang yang beriman. Jasad orang-orang yang beriman memang ada yang dimuliakan oleh Allah ketika dikuburkan. Jasad-jasad itu tidak busuk dan tidak dimakan oleh makhluk-makhluk dalam bumi karena diistimewakan Allah atas ketaatannya pada Allah SWT.

Terkait hal itu, disebutkan dalam Kitab Durrotun Nasihin, bahwa ada sepuluh golongan orang yang jasadnya dimuliakan oleh Allah, yakni tidak membusuk dan tidak dimakan oleh makhluk perut bumi. Siapakah mereka itu? Sepuluh golongan itu adalah (1) para nabi, (2) orang yang berperang membela Islam, (3) orang alim, (4) penghafal Alquran, (5) orang yang mati syahid, (6) para muadzin, (7) perempuan yang mati saat melahirkan, (8) orang yang terbunuh karena dianiaya, (9) orang yang meninggal dunia pada hari Jumat, dan (10) meninggal dunia pada malam Jumat.

Jasad kesepuluh golongan itu dimuliakan Allah SWT. Dari situ muncullah pertanyaan sekaligus jadi bahan perenungan. Apakah kita termasuk di dalamnya? Dapatkah kita masuk golongan itu? Wallahu A’lam.

So, taatlah pada Allah dan Rasulnya. Tingkatkan ibadah dan amal saleh. Moga kelak kita termasuk salah satu dari sepuluh golongan itu.

Penulis adalah Pengasuh Majlis Taklim Almushlihun Kendal

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here