JANGAN JADIKAN KYAI SEPERTI DAUN SALAM

0
188

newes

Sukorejo nukendalonline. Jangan jadikan kyai dan ulama seperti daun salam. Ketika dibutuhkan kyai dan ulama disanjung dan di rangkul. Setelah selesai kyai digusur.

Demikian dikatakan pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikmah Bendo, Kediri, Jatim, KH. Khaudzil Ulum saat memberi ceramah pada acara Haflah Akhirussanah Majlis Ta’lim dusun Sentul desa Sukorejo.

Diibaratkan, bahwa daun salam itu sangat dibutuhkan oleh ibu-ibu untuk memasak sayur karena baunya sedap dan harum. Ketika tidak ada daun salam ibu-ibu bingung mencarinya.

“Ada sesuatu yang kurang ketika daun salam itu tidak ada”, tegasya.

Namun apa yang terjadi, tambah kyai Khaudzil, ketika sayur sudah masak dan siap dihidangkan yang pertama diambil dan dibuang adalah daun salam.

“Mereka bahkan menganggap daun salam mengganggu pandangan dan mengotori hidangan”, tambahnya.

Menurutnya nasib kyai dan ulama kadang seperti daun salam. ketika dibutuhkan kyai sering dirangkul dan disanjung. Namun setelah hajatan selesai kyai sering disingkirkan dan digusur.

Kondisi ini menurut kyai Khaudzil sering terjadi dalam dunia politik. Banyak politikus dalam beragam pilihan baik Pileg, Pilkada maupun Pilkades mengekploitasi dan memanfaatkan kyai dan ulama untuk kepentingan politiknya.

Ditambahkan kyai Khaudzil hal semacam itu banyak terjadi di berbagai daearah sehingga membuat banyak kecewa para kyai. Oleh karenanya ia minta agar tidak memanfaatkan kyai untuk kepentingan-kepentingan politik yang bersifat sesaat dan pribadi, pintanya. (Fahroji)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here