Jam’iyah Maulid Jenarsari Adakan Penutupan Rutinan

0
20

Gemuh, pcnukendal.com – Jam’iyah Maulid Simthudduror Al Muhibbin Jenarsari melaksanakan kegiatan penutupan selapanan malam Kamis pahing dan rutinan malam Rabu (Semesra) di serambi Masjid Al Mu’minun Desa Jenarsari Kecamatan Gemuh, Rabu (31/03) malam.

Selaku Ketua Ta’mir Masjid, Kiai Faqih Syamsuri menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Al Mu’minun. Ia juga mengapresiasi Jam’iyah Maulid Simthudduror Jenarsari yang turut memakmurkan masjid dengan kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, dimasa pandemi ini kita masih diberikan kesehatan sehingga masih bisa beribadah dengan baik, bersalawat bersama-sama. Mari kita makmurkan masjid ini dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat,” tutur Ketua Ta’mir Masjid.

Semoga dengan pembacaan salawat, pandemi Covid 19 akan segera pergi sehingga kita bisa beribadah dan beraktivitas seperti sebelum ada pandemi, lanjutnya.

Kepala Desa Jenarsari, Hj. Markinah menghimbau agar kegiatan dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan. Jangan sampai kegiatan ibadah malah menimbulkan musibah.

“Mari kita semua senantiasa menjaga kesehatan, kita persiapkan diri lahir dan batin menyambut bulan Ramadan. Kita isi bulan Ramadan dengan amalan-amalan yang baik, jangan sampai bulan yang mulia itu kita lewatkan begitu saja,” tutur Kades Jenarsari.

Kades juga berpesan agar Jam’iyah Maulid Simthudduror Al Muhibbin Jenarsari dapat selalu eksis memasyarakatkan salawat dan menjadi penyejuk di tengah-tengah masyarakat.

Kegiatan juga diisi dengan mauidhoh hasanah yang disampaikan oleh pengasuh pondok pesantren Darul Mubtadiin Patebon Kendal, KH Sa’dullah. Dalam uraiannya, ia mengajak jamaah untuk mencintai dan meneladani ahlak Rasulullah. Menurutnya, memperingati maulid nabi juga termasuk wujud rasa cinta kepada Rasulullah.

“Al Iman Assirri assitti dawuh, sapa wonge sing nekani majlis maulid nabi, pada karo wong kuwi nekani taman-taman suarga (barang siapa yang mendatangi majlis maulid nabi, maka ia seperti mendatangi taman-taman surga). Salawat mengandung maghfirah, mengandung doa,” terang KH Sa’dullah.

Sebagai teladan umat, lanjutnya, Nabi Muhammad Saw mengajarkan manusia tentang toleransi, tenggang rasa, dan membangun kerukunan dalam keragaman. Keteladanannya juga mengajarkan kepada seluruh umat agar menjadi pribadi dan masyarakat beradab. (Falakh/Muf)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here